40.TERNYATA API ITU MASIH ADA

447 12 0
                                        

40.TERNYATA API ITU MASIH ADA

Kamu yang menciptakan rasa.
Kamu juga yang harus bertanggung jawab atas rasa itu.
Bukan malah mengkhianati.
Lalu,kamu pergi.

-END OF SADNESS-

___________________________________________
__________________

Bisa disebut sebagai bayangan setapak untuk dirinya yang hilang.Apalagi tanpa alasan yang logis.Sungguh berat meninggalkan sesuatu tanpa arah.Tanpa berhenti berlari untuk mengejar dirinya yang semakin jauh.Percuma.Lebih baik melindungi diri,daripada merutuki diri sendiri untuk mengejar dia yang hanya sebuah ilusi.

"BANG ABANG ABANG DIOOOO!!!" Teriak Vino dari depan kamar nya.Dio yang masih berusaha membuka matanya,langsung berusaha berjalan menuju pintu.

Jeglek...

"BWAAAA!!!" Betapa terkejut nya Dio saat itu.Dengan tingkah konyol nya,Vino tidak merasa malu bertingkah seperti itu di rumah orang.Tapi,rumah Dio...bukan,tapi rumah Afran.Sekarang sepi,hanya ada pembantu,dan 2 tukang kebun.Itu saja,sudah sibuk di depan dan di dapur.

Vino langsung menyelinap ke dalam kamar Dio.Ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang.Lalu,memeluk guling putih dengan gambar mickey."Bau nya..ish..huek!" Vino menutup hidung nya.Lalu berlari menuju kamar mandi pribadi di dalam kamar Dio.

"Ngapain sih,Vin?" Tanya Dio dari depan kamar mandi sambil menggedor-gedor pintu.Vino keluar dengan muka merah memadam.Ia terlalu jijik.Oke,JIJIK.

"Lo udah buat berapa pulau di kasur,bantal dan guling lo?" Ujar Vino.

"Kenapa emang?" Tanya Dio santai.Tapi,terlalu santai.

Vino menjitak kepala Dio."ITU YA MAS,GULING LO BAU NYA BIKIN ORANG MATI!" Vino sedikit meninggikan nada bicara nya.

"Emang bau apa?"

"BAU ILER LO YA AMPUN! BAGAIMANA JIKA ANDA SUDAH MENIKAH NANTI,NASIB TARI YANG KENA BIAS LO BAMBANG!" Ujar Vino lebay.Dio pun merasa jijik juga dengan guling nya.Ia juga sangat malas membersihkan kamar,jika bukan bu Atik yang membersihkan.

"Udah ah,gue mau mandi.Diem lo disini,jangan ngintip!" Suruh Dio.Ih Dio ngeselin banget sih,dikira Vino cowo apaan?

"Idih,gini-gini gue kagak doyan sama laki-laki.Tapi leh ugha sih,"

Dio memekik jijik sambil berjalan menuju kamar mandi.Vino yang terlalu kesepian untuk menunggu Dio mandi,ia lebih memilih tidur di kasur Dio.Lumayan,pengganti tadi malam.

-o0o-

"KALIAN SEMUA TOXIC!"

"Ah parah lo den,gitu doang kalah!"

"Mampus lo kena hajar musuh.Cewek pula!"

Suara gemuruh itu tiba-tiba saja menyelinap di telinga Dio.Ia sudah sampai di depan markas OSCAR.Bahkan,sudah ramai sekali anak-anak yang duduk berjejer dan melingkar.Untuk mabar.

"KALIAN AJA KAGAK NOLONGIN GUE.MEDKIT MANA MEDKIT! LO SEMUA DIEM BAE AH KAN TAHI." Ujar Sinyo sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.Entah apa yang mereka ributkan saat ini.Yang terpenting,sang ketua sudah datang.

"Hello peeps!" Ujar Vino sambil menjitak satu-persatu temannya.Hal ini sudah biasa dilakukan oleh seluruh anggota OSCAR.

"Anak-anak Rajawali ngajakin kita semua tanding lagi," ujar Dicky.Dio kaget,dan merasa bahwa mereka belum merasa kalah.Apa reynold masih ingin mengejar Tari? Oh tuhan,ini tidak bisa dibiarkan.Reynold tidak ada ampun nya.Dio pun memulai rapat untuk membahas agenda tanding lagi.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang