27.PERCUSSION

464 9 3
                                        

Bahwa lampu yang redup akan menjadi terang kembali,sama halnya dengan kita,hubungan dapat di perbaiki jika ada niat satu sama lain.

-Dio Alfarizi-

🎡

Setelah sekian lama hanya ada rapat,rapat dan rapat.Kini,dimulai lah hari nan luar biasa.Hari dimana seluruh kaum Kartika Abadi bersenang-senang.Panggung yang megah berdiri di ujung lapangan utama Kartika Abadi.Adapun,stand bazar yang didirikan tepat di depan aula.

Dio nampak sibuk mengatur jalannya acara.Mulai dari pembagian tempat untuk Ingroup dan juga Outgroup yang hadir memeriahkan acara ini.Acara inti dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.Lalu,acara bebas dimulai dari jam 6 sore hingga 10 malam.Biasanya,acara inti banyak diisi oleh Pagelaran seni dalam Sekolah,mulai dari berbagai ekstra dan perwakilan murid.Sedangkan acara bebas,lebih meriah lagi.Ada kegiatan seperti prom night,Group Band ternama,Date Count,bahkan acara-acara yang menurut mereka romantis.Tapi,bagi para jomblo----hmm cukup tau lah ya.

"Nungguin apa bang?" Seseorang hadir di samping Dio yang sedang berdiri terdiam mengamati suasana sekitar.

Dio menoleh kesamping,tepat saat Inez ada di sebelahnya,"Ngapain lo?"

"Ih,kok jutek banget sih tumben.Nggak kayak dulu kan ya,romantis,manis,nggak jutek kayak gini."

"Bawel lo,mending lo pergi aja dari sini atau gue yang pergi?" Tanya Dio sedikit menaikkan volume suaranya.

"Dio,"

"APASIH!" Ketus Dio.Api kemarahan,kini telah mencapai puncaknya.Inez nampaknya sebal dengan Dio,ia langsung pergi begitu saja sambil mengucapkan sesuatu.

🎡

Kantin yang ramai.Terutama di kantin paling pojok,yang menjadi tempat tongkrongan abadi anggota OSCAR.

Dio menghampiri teman-temannya yang sedang asyik bercengkrama,sambil menaikkan satu kakinya seperti di warung.Tak ada sopannya sama sekali.Toh,kalau Pak Dibyo dan Bu Anggun di kantin,pasti diomelin se-Indonesia Raya.

"Heii,man!" Sahut Vino saat Dio tiba di dekat meja mereka.Ada 5 orang disana,ditambah Dio menjadi 6 orang.

"Gimana? Udah beres semuanya?" Ujar Aji sambil mengunyah se-sendok siomay Bu Siti.

"Belum,masih banyak.Capek gue,"

"Ah lemah lo bro," ucap Ganang sambil menggedor mejanya pelan.

"Tari gimana? Udah lolos dari si iblis itu?"

"Nggak tau gue,kemarin aja Reynold dateng ke rumah.Gue tonjokin tuh sampe babak belur," ujar Dio.

Arnold bersorak gembira sambil memberi oplas untuk Dio,"Wuih,hebat banget temen gue.Baru aja sembuh dari opname udah main tangan lagi!"

"Iya tuh,udah sayang-sayangan lagi belum sama mbak Tari?" Goda Vino sambil meneguk jus jeruk di hadapannya.

"Emangnya lo Vin,sukanya grepe-grepe Inez." Ketus Aji sambil tertawa puas meledek Vino.

"Bacot lo pada,gue nggak senajis itu kali.Walaupun,body Inez bohay,tapi nafsu gue masih aman geng!"

"Ah mesum lo pada,jangan kotorin gue sama hal-hal kayak gitu." Ujar Arnold sok polos.Padahal,otak ngeres mulu.

Semuanya bersorak kepada Arnold yang sok polos itu.Dio bahagia walau hanya dengan cara yang sesederhana ini.Dengan teman-teman yang selalu ada dimana ia sedang membutuhkan.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang