41.RIVAL BARU DILAKSANAKAN
_________________
______
"Sudah waktu nya kita bertindak hari ini," ujar seorang pria berbadan tegap yang sedang menatap gadis di depannya dengan tatapan tajam."Lo tau kan apa yang harus lo lakukan?"
Balas gadis itu hanya mengangguk dengan senyum masam.Mereka berdua berada pada sebuah gedung tua di pinggiran kota.Gedung yang sudah lama tidak terhuni dan menjadi tempat per-begalan terbesar di Semarang.
Gadis itu nampak mengetikkan sesuatu di ponsel nya.Seperti mengetik sebuah pesan,lalu mengirim pesan itu kepada seseorang.
Berbeda dengan dua orang misterius itu.Kini,Geng OSCAR sedang berlatih sparring di Gor dekat SMA Rajawali.Disitu,juga banyak sekali siswa-siswi Rajawali yang jogging,bersepeda bahkan futsal.Tak sedikit juga tatapan tajam dari beberapa anak Rajawali kepada anak-anak OSCAR.
Sayang nya,setajam apapun dan seburuk apapun tindakan anak Rajawali kepada OSCAR mereka tidak takut.Yang terpenting adalah kebersamaan dan kepercayaan.Disitu ada musuh,dan disitulah kemenangan berdiri.Semua dapat di taklukan dengan percaya diri dan ambisi.Percayalah.
081567xxxxxx
Gue tunggu lo di gedung tua dekat lapangan Pancasila sekarang juga,atau sahabat lo ini jadi korban!
Tari terbelalak ketika ia mendapatkan sebuah pesan dengan gambar seorang gadis yang sedang di todong dengan sebuah pisau tajam di lehernya.Gadis itu adalah Tasya.Ia meringkuk sambil menangis kesakitan akibat jambakan dari seorang gadis misterius yang mengirim pesan teror itu.
"TASYA!!" Jerit nya membuat semua orang didekatnya menoleh kearahnya.Tak segan,Dio mendekati Tari.Tari tidak tahan dengan cairan kristal yang sudah membendung pada pelipis matanya.
Dio mendekap Tari dalam pelukannya.Ia mengelus pelan kepala Tari."Ada apa? Kenapa sama Tasya?"
Tari menyodorkan ponsel nya,lalu Dio langsung melotot ketika melihat pesan tadi.Ia benar-benar kaget.Masih saja,ada teror seperti ini.
Vino yang hendak ke toilet langsung di seret oleh Dio.Lalu,memperlihatkan pesan itu hingga Vino menggeram kasar dan menghantam tembok di samping nya.
"Kita kesana sekarang! Lihat aja yang bakal gue lakuin ke orang itu!"
Mereka bertiga berlari menuju parkiran diikuti juga oleh Arnold dan Ganang yang juga ikut penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Tibalah mereka di sebuah tempat yang mereka tuju.Sebuah gedung tua bertingkat dan sudah di penuhi oleh banyak sekali semak belukar.
Vino yang sedari tadi kesal,langsung berlari menuju ke dalam."Tunggu Vin! Hati-hati,bisa jadi mereka buat sebuah jebakan di sini!"
Tanpa basa-basi,Vino tetap beranjak menemui penjahat itu.Tari yang sangat khawatir dengan kondisi sahabatnya,hanya bisa menangis dan membayangkan hal apa yang akan terjadi jika ia tidak menemukan Tasya sekarang.
"TASYA!"
"TASYA,LO DIMANA?"
"TASYA JAWAB GUE,LO DIMANA?!"
"WOY SIAPAPUN LO ORANG JAHAT DI SINI! KELUAR LO SEKARANG JUGA!"
Akhirnya,sebuah suara teriakan dan isakan terdengar dari sebuah ruangan di lantai atas.Mereka harus naik sekarang juga,walaupun kondisi tangga yang akan mereka injak itu sudah terlalu usang dan buruk.
"TASYA!!!" Semua nya menjerit ketika mereka melihat Tasya sudah tidak berdaya lagi di lantai.Seorang gadis menodong leher Tasya dengan pisau hingga membekas sebuah goresan darah pada sisi lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Teen Fiction-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)