32.DIA MENJAUH

439 11 0
                                        

Semarah itukah,hingga melihat ke arahku saja kamu menyingkirkan pandangamu?

-Tari Fathma Anjani-

o0o

"Baik-baikan sono gih sama pacar lo," ujar Vino sambil menyeruput jus jambu di gelas.Kini,anak-anak Oscar berkumpul.Bukan kumpul formal,akan tetapi Vino ingin membujuk Dio agar berbaik hati memaafkan Tari.

"Iya noh,lo kan katanya seneng banget sama Tari.Ntar,gantian dia yang ngejauh lo bakalan nyesel Yo," sahut Arnold yang duduk di samping Dio.

Bibir Dio pucat,matanya agak sembab.Bukan karena menangis,mungkin karena ia tidak tidur semalaman.Dio menghabiskan malamnya di club bersama Revan.Ia mnikmati minum hingga beberapa botol.Revan sudah mencegah nya untuk minum lagi,tetapi Dio tidak mendengarkannya.

"Yo,lo nggak kasihan apa sama Tari?" Tanya Vino yang sempat canggung mengatakan itu sebelumnya.

Dio mengangkat kepalanya.Menatap teman-temannya yang sedang duduk melingkar mengelilinginya."Buat apa?" Ucapnya,membuat teman-temannya memelototinya.

"Gila lo bos,bisa-bisanya sekarang mainin perasaan cewek.Cewek baik-baik pula," ujar Leo sambil menyunggingkan bibirnya.

"Lo mau ngejek gue?" Ketus Dio.Kali ini,Dio dingin lagi.

"Bukan gitu,lo sadar diri aja.Kejadian kemarin waktu pesta itu nggak sengaja.Coba deh,lo bayangin,masa iya Tari mau di grepe sama tuh setan? Nggak kan? Gue lebih percaya sama Tari,Yo," ujar Vino.

"Ya mau lah! Reynold ganteng,kaya,famous lagi.Bakalan mau lah tuh cewek balik sama mantannya!" Hardik Dio yang semakin jadi.Semua orang disitu tidak tau lagi harus bilang apa ke Dio.Dio marah sekarang.Dio menjauhi Tari,pacarnya sendiri.Hanya karena ketidaksengajaan.

"Tari bukan tipe cewek gila harta kali," ujar Leo menekankan pada kata gila harta.Bukan seperti Inez,yang mengejar-ngejar Dio hanya karena Dio itu Ketua Osis,Ketua Oscar,dan anak Billionare.Kenapa Dio tidak sadar kalau Inez membohonginya? Bodoh.

"Bodo amat!" Dio lantas pergi meninggalkan teman-temannya.

"Mau kemana heh?" Teriak Vino yang tidak di sahut lagi oleh Dio.Semuanya menghela nafas.Memikirkan cara lain untuk menyatukan Tari dan Dio lagi.

o0o

Dio hendak pergi ke ruang kelas.Sudah pasti,ia harus melewati kelas Tari.Ingin berbalik arah lagi,tetapi sudah terlanjur.Ya sudahlah.

Terlihat Tari,Tasya dan Mega sedang berdiri di depan kelas mengobrol dengan bu Atik.Guru bahasa Indonesia yang jenius dan tahu segalanya apa arti cinta.Bu Atik melihat Dio yang berjalan tegap dengan santainya di depan bu Atik.Tak menunggu lama,ia langsung menarik lengan Dio agar berhenti.

"Heh,kamu lagi Dio.Kenapa ibu selalu terancam jika melihat kamu lewat? Hah?!" Ketus bu Atik sambil menahan lengannya untuk pergi.Yang ada di hadapan Dio sekarang,bukan cuma bu Atik.Tetapi,ada Tari dan teman-temannya.

Dio canggung saat itu juga.

"Permisi bu,saya mau ke kelas," ucap Dio semena-mena untuk menghindari Tari.

"Hey,kenapa malah pergi bukannya kamu malah senang disini ada pacar kamu juga? Kerjain pr kamu yang kemarin!" Ujar bu Atik.

"Susah bu,saya banyak urusan," Dio ber-alasan lagi untuk ke berapa kalinya.Bu Atik langsung mendengus kasar melihat kelakuan murid nya itu.

"Kenapa susah-susah? Apa gunanya kamu punya pacar yang pinter seperti Tari? Minta diajarin Tari nanti! Pokoknya ibu nggak mau tau,besok tugas individu kamu harus DIKUMPULKAN!"

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang