35.BERTEMU CAMER

422 15 0
                                        

Lebih milih mana? Aku mainin pubg setiap hari dapet chicken dinner atau aku mainin hati kamu setiap hari dapet nya php? Thorrr!!

-Vino Aldebara Maide-

-o0o-

"WAKTUNYA PULGAS TERERETT," ujar Vino sambil berjoget ria di depan kelas.Wajahnya sangat bahagia.Vino sih memang selalu bahagia setiap hari.

"LIBUR,LIBUR,LIBUR MANTAB JIWAH!" Sambung Arnold yang menyusul Vino untuk berjoget di depan.Semua anak di kelas tertawa receh melihat tingkah laku mereka berdua yang gila.Vino memang unik,ia mempunyai banyak sifat yang tidak mudah untuk di tebak.

"SENANGNYA OH SENANGNYA! KITA BISA PAPJIAN SEHARIAN TANPA DI GANGGU PR!" Seru Vino yang disambut sorakan siswa laki-laki di kelas.Mereka semua memang satu tim.Apalagi,membuat guild yang paling suka untuk mencari cewek pubg untuk tambahan absen gebetan.

"Besok pagi,jangan lupa pada dateng kesini ya.Soalnya bakal ada tandingan basket sama SMA sebelah," ujar Dio yang baru saja datang ke kelas.Ia langsung masuk ke dalam dan membereskan buku-bukunya dan beranjak meninggalkan kelas lagi.

"JANGAN LUPA SEMUA LO PADA!" Lanjut Dio lagi,kini rada tegas karena tadi tidak ada yang menyahut ucapannya.Kecuali Vino,Arnold,Ganang dan Leo yang sedang meng-ghibah di meja guru.

"Iya,"

"Oke!"

"Oke babang Dio gwanteng!"

"Ashiap,"

"Mau kemana Yo? Buru-baru banget?" Tanya Vino yang baru saja hendak mengambil ransel di bangkunya.Dio memang terburu-buru.Entah karena apa.Tapi,dia ada janji dengan Tari untuk mengajak ke rumahnya.

"Kelas Tari,abis itu ke markas.Lo semua juga kesana,ntar ada rapat bentar," ujar Dio sambil meninggalkan kelas.Semuanya mengangguk paham dan melanjutkan topik ghibah nya lagi sebelum mereka pergi ke markas Oscar.

-o0o-

Dio berjalan menuju kelas Tari.Ia begitu risih ketika banyak sekali siswi-siswi di koridor menatapnya dengan penuh nafsu.Ia tidak suka di tatap seperti itu.Andai saja mereka cowok,sudah terjadi baku hantam pastinya.Sesampainya di depan kelas Tari,Dio melihat Tari sedang memaku di kursinya.Di sebelah Tari ada Inez.Di kelas hanya ada mereka berdua.Oh tidak,sepertinya Tari menangis.

"Tar," sahut Dio dari ambang pintu.Ia langsung menguatkan dirinya menghampiri Tari mencari titik permasalahan mereka berdua."Tar,lo kenapa?" Tanya Dio lagi.

Inez langsung bangkit dari duduknya.Ia berdiri menjauhi Dio yang sedang menenangkan Tari.Hati Inez terasa pilu melihat semua ini.Ia hendak menyakiti Tari,tapi kenapa malah ia yang tersakiti? Karma ya.

"Lo apain Tari sampai kayak gini?" Ujar Dio pelan."Jawab!" Tegas Dio yang mengejutkan Inez.Pipi Tari merah sebelah.Seperti terkena tamparan.Tari menangis dan tak ingin seseorang melihatnya sekalipun.Tetapi,takdir berkata lain,untungnya Dio datang dan menengahi masalah ini.

"G-gue,"

"Apa! Jawab yang ketus,lenjeh!" Ujar Dio lebih tegas.Ternyata menang Inez sangat buruk.Sifatnya tidak dapat di kendalikan lagi.

"IYA!GUE BENCI SAMA DIA!" Kondisi di kelas semakin memanas.Inez menarik kerah seragam Tari.Tapi,Dio menengahi nya."WOI!LO KESETANAN APA GIMANA SIH NEZ?!" Dio melindungi Tari dan menarik nya kebelakang.

Mungkin,Inez sudah capek menghadapi ini semua.Ia tiba-tiba pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalah nya dengan Tari.Tari masih berlindung di belakang Tari.Ia menggenggam erat ransel Dio dan mengisakkan tangisnya.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang