Baby take my hand
I want you to be my husband
Cause you my iron man
And i love you 3000
Baby take a chance
Cause i want you to be something
Straight out of a hollywood movie
🎶Mulmed-I love you 300 by stephanie poetry-
HATI BOLEH SEPI,KOLOM KOMENTAR JANGAN❤
46.ANTARA DIA DAN AKU
"Puncak-puncak apa yang sulit di daki?" Tanya Vino setelah kedapatan kesempatan untuk memberi pertanyaan dari botol yang Arnold putar.
"Puncak Everest," ujar Dio dengan muka datarnya.
"Iyak!! Salah abang," jengah Vino lalu meminta jawaban benar pada Arnold.
"Puncak Lawu," ujar Arnold.
Ganang pun juga mengedikkan bahunya karena tidak tahu jawaban dari pertanyaan tersebut.
"Salah dodol,yang betul....puncak hati mbak Melati,hahaha!"
Ketiganya langsung menjitak kepala Vino secara bersamaan.Vino melesat pergi keluar kelas menuju bawah pohon Jodo.Pohon tua dimana tempat mbak Melati tinggal dan menghantui.
Dengan membawa gitar dan botol aqua berisikan batu kerikil,Dio berangkat menuju tempat mbak Melati tinggal.Dibawah pohon yang lebat,anggota OSCAR duduk di atas rumput yang hijau.Diselingi dengan angin sepoi yang menyambar nurani.
Di sinilah tempat untuk mengamen ala OSCAR.
"Mari sohib gue yang paling unch,kita akan menyanyikan lagu celengan rindu," ujar Vino sambil bersiap-siap memetik gitarnya.
Jrengggg....
Jrengggg....
"AKU KESAL DENGAN JARAK," Arnold mulai bersenandung.Suaranya juga bukan main.
"YANG SLALU MEMISAHKAN KITA!" Sambung Vino.Enggak usah ngegas Vin.
"Hingga aku hanya bisa,berbincang denganmu di whatsapp!" Lanjut Dio dengan suaranya yang lembut.Benar-benar menggugah hati siapapun yang sedang lewat di pinggir lapangan bola.
"AKU KESAL DENGAN WAKTUUUU!!" Vino kembali bersuara sambil memetik gitar.
"YANG TAK PERNAH BERHENTI BERGERAK,BARANG SEJENAK.....
AGAR KU BISA MENIKMATI KIBUL MUUU!" Arnold yang mendengar kalau lirik lagu tersebut diganti,langsung menjitak kepala Vino dengan kasar.
"Apaan lu?" Ketus Vino dengan santainya.Tolol eta dah Vin.
"Ngode siapa sih lo,pacar lo enggak ada juga disini," kata Arnold mengambil alih gitar yang Vino pegang.
"Itu lho ngode itu," Vino menunjuk salah satu siswi yang sedang berlatih cheers bersama anggota Cheertiers lainnya.Dia siswi yang waktu itu menunjukkan keberaniannya di depan Vino,Arnold dan Dio.
"Oh itu,cewek kemarin yang sok jago labrak kite-kite?" Ujar Arnold masih menatap Meisya.
"IYA! KUY LAH GANGGUIN DIA!" Vino bangkit dari duduknya.Lalu,mengajak kawanannya untuk beranjak menggoda Meisya.Anggap saja hukuman buat dia,karena sudah berani melawan pasukan OSCAR kemarin.
"YUHUU,ENENG GALAK LAGI NGAPAIN?" Tanya Arnold di samping Meisya.
"APAAN LO?!" tegasnya lalu melanjutkan gerakan yang diajarkan Savira,ketua Cheertiers sekarang.
Vino berdiri di tengah-tengah anggota Cheers.Ia dan Arnold bahkan mengikuti gerakan-gerakan yang Savira ajarkan.
"FIVE SIX SEVEN EIGHT,ONE BLES TWO OWN THREE GONE,CHEERTIERSSSS NUMBER ONE!" Teriak Savira dari atas mimbar lalu diikuti oleh seluruh anggotanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
END OF SADNESS [ON GOING]
Dla nastolatków-HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA- (Dilarang copast🚫) Mengira bahwa Dio adalah Monster abadi di sekolah,membuat banyak orang menjauh darinya.Namun,sebuah tarikan bermunculan saat pria tersebut tiba-tiba bersikap lembut.Dengan paras yang memukau kaum...
![END OF SADNESS [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/156699456-64-k901008.jpg)