22.PULANG

501 18 0
                                        

Sementara ikan di kolam berenang,
Kau kemarilah,
Telungkupkan aku dalam pelukan,
Aku rindu semuanya,
Semua tentang dirimu,
Tentang kejadian aneh yang menyenangkan,
Cepat kembali,
Aku tunggu di sini.

-TariFathma-

○○○

Jam alarm itu berbunyi pagi sekali.Membangunkan siapa saja yang tidur di dekatnya.Dio terengah saat mendapati suara bising di telinga nya.Ia membanting jam alarm itu.Namun,setelah beberapa saat ia langsung terbangun dari tidurnya.Ia berlari menuju kamar mandi dan menyalakan shower nya.

Baju dan barang-barang yang berantakan di mana-mana,ia kemas menjadi satu ke dalam koper.Tanpa sepengetahuan Afran,Dio langsung keluar dari kamar di apartement papa nya itu.Saat tiba di lobby,ia bertemu dengan salah satu rekan kerja Afran.Dia adalah ayah Alice.Afran berhutang budi kepada Romi.Beliau adalah rekan bisnis yang memajukan bisnis Afran dan keluarganya hingga sukses saat ini.

"Dio,"

"Om Romi,"

"Mau kemana? Kenapa terburu-buru?"

"Ehm,mau pulang om.Permisi," Ucap Dio yang langsung pergi meninggalkan Romi di lobby.

Seorang body guard berpakaian serba hitam juga berkacamata membukakan pintu mobil untuk Dio.Mobil yang dikendarainya meninggalkan seberkas kota kecil ini.Melbourne.Kota dengan sejuta kenangan yang menjalar pada ingatan.Mereka melewati sejumlah tempat yang sering di pijak setiap hari.Bahkan,ia melewati suatu bangunan yang dulunya ia jadikan tempat bercakap dengan Alice.Beda rasanya mengingat kejadian masa lalu.Membuat seseorang melingkar dalam memori yang terlalu ganas untuk di ingat.

"Thankyou," sahut Dio saat keluar dari mobil.

Tiba saatnya Dio pulang ke Indonesia.Ia menunggu di caffetaria yang terlihat banyak lautan manusia disana.Dihirupnya aroma kafein yang tercampur pada kopi.Sesekali ia meneguk sedikit demi sedikit,untuk menghilangkan bunyi cacing lapar di perutnya.

Pacar

Kapan pulang?

Dio tersenyum melihat pesan yang masuk beberapa menit yang lalu.Senyumnya merebah lebar,manik matanya sumringah.

Nggak pulang.

Loh? Katanya mau pulang?

Siapa bilang?

Lo sendiri monyet.

Jadi sekarang berani ya,ngatain pacar sendiri monyet?

Bodo amat,

Yaudah,gue nggak bakal balik ke Indonesia lagi,oke?

Jangan dong,ntar nggak ada yang nemenin gue makan rujak di bang Miun.

Pantes,ada mau nya ya.

To the point aja! Lo pulang kapan Dio?

Sekarang,

What the hell??? Kenapa lo nggak bilang? Yaudah bye!

Nggak mutu jablay,haha.

Dio mengeluarkan sekotak jam tangan berwarna hitam.Di pinggirnya,terdapat beberapa butiran berlian yang berkilauan.Menambah daya tarik seseorang untuk membelinya.Tak peduli dengan harganya,yang penting jam tangan itu berhasil memukau hati seseorang.

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang