52.DARE BARU

337 12 1
                                        

Bolehkah kita mengulang
Masa-masa indah itu
Ku tak mengerti apa yang terjadi
Hingga berakhir
Bagaimanakah kabarmu,berhasilkah lupakanku
Aku yang bodoh ini masih mendamba hadirmu...
Waktu kau sedih ku disini
Waktu kau senang kau dimana
Sebelum dirimu pergi,dan janjimu hilang arti
Lihatlah perjuanganku...
Namun jika memang harus
Berakhir sampai disini
Biar ku berharap dengan
Hati yang keras kepala...

🎶Fiersa Besari (Nadir)🎶

[

]JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENTAR,DAN SELAMAT MEMBACA (TYPO BANYAK BANGET MAAF YA)

52.DARE BARU

Hari ini,hari dimana Dio harus berangkat ke luar negeri.Ponsel yang sedari pagi sudah tergeletak di lantai karena sebal Viona menelponnya berkali-kali.Kenapa gadis itu muncul lagi setelah bertahun-tahun? Dio membencinya.

"Lo yakin mau pergi?" Tanya Revan sambil merebus mie instant.

"Menurut lo?"

"Tetap disini,lo bodoh jika nekat pergi ke Ause," ujar Revan langsung membuat hati Dio benar-benar ter-tusuk.

"Tapi gimana nasib papa? Apa gue harus jadi anak kualat buat orang tua untuk kedua kalinya?!" Gertak Dio seakan-akan ingin pergi dari rumitnya hidup.

"Lo ngelakuin hal yang benar.Waktu mama pergi ninggalin kita semua,lo berani kan bilang ke dia kalau mama jahat? Lo itu bukan kualat,sadar Yo.Lo udah buat pikiran lo terjebak," ujar Revan menenangkan.

"G-gue mau coba pergi ke Ause dulu,"

"Lo nggak boleh nekat! Lo masih punya Tari disini,ada hati yang masih perlu lo jaga.Gue yang akan pergi ke Ause,gue yang akan bilang ke papa untuk cari kerjasama dengan CEO lain," ucap Revan itu dengan tulus kemudian merangkul Dio untuk memberinya kekuatan.

"Thanks bro,lo itu terbaik!" Dio membalasnya dengan pelukan sederhana kakak adik.

-o0o-

Dio mengepalkan tangannya kuat-kuat setelah membaca pesan dari Viola bahwa ia berniat untuk pindah ke Indonesia.Dan katanya,dia akan satu sekolah dengan Dio.

"Kamu kenapa sih?" Tanya Tari di samping Dio.Ia bingung,ada yang aneh dengan Dio akhir-akhir ini.

"Dio,"

"Emm iya,kenapa Tar?" Tanya Dio gugup.Tari tidak suka dengan sifat Dio yang seperti ini.

"Ada yang mau aku omongin sama kamu," ujar Tari.Membuat Dio langsung duduk tenang menghadap pacarnya itu.Ia membenarkan rambut yang sudah acak-acakan karena angin saat berkendara.

"Ada apa sayang?"

"Kamu nggak jadi pergi ke Ause?"

Jleb! Jantung Dio langsung berdetak tidak karuan.Darimana Tari tahu tentang semua ini.Dio berpikir kalau ia tidak pernah memberi tahu tentang hal ini sedikitpun pada Tari.

"Kenapa diem? Aku tanya kamu Dio," ujar Tari.

"Kamu tahu dari mana?"

"Dari ponsel kamu waktu pulang kemarin," oke,Dio baru ingat kalau ponselnya sempat Tari pinjam untuk menelpon mamanya.Tapi,memang itu sudah tujuan Tari supaya Tari bisa tahu apa yang sedang terjadi pada Dio.

"Aku minta maaf Tar,Vio-" ucapannya pun langsung diputus oleh Tari begitu saja.Dio langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Viola itu siapa kamu?"

END OF SADNESS [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang