28th Antara Archernar dan Canopus

19.2K 2.5K 624
                                        

Ribuan langkah kaki terdengar memenuhi celah-celah pohon di hutan Anthares, mereka melewati empat desa yang berhasil di duduki oleh pemberontak dalam empat hari dan tepat saat Matahari menampakkan diri dengan malu-malu mereka tiba di ujung perbatasan.

"Mark!"

Mark menoleh saat mendengar namanya di serukan dengan suara yang berbeda, ia melihat rombongan prajurit dengan bendera mereka yang segelap malam, begitu kontras dengan Arcturus yang semerah darah.

"Centaury memang sangat hebat.." Gumamnya yang diangguki Jeno.

"Dengan orang sebanyak itu langkah kaki mereka hampir tak terdengar."

"Cocok sekali dengan julukan mereka."

Jeno menyeringai saat melihat Jungwoo dari kejauhan, "sang langkah dewa telah kembali."

Mark terdiam lalu melirik titik lain di ujung katai, ribuan prajurit dengan bendera biru muda berlambang kepingan es telah menanti mereka dengan gaya angkuhnya.

"Jika empat pemimpin kerajaan besar bersatu, mereka tidak akan terkalahkan bahkan oleh penjajah bermata biru." Gumam Mark.

Jeno terdiam lalu menatap Mark tajam, "aku tahu si pengkhianat itu ahli strategi, tapi aku mohon jangan ragukan strategi taktis milik mu!"

"Selama ini dia mempelajari gaya berperang ayah, Jeno. Sementara-"

Alis Jeno menukik tajam. "Sekarang bukan ayah yang memimpin, tapi kau hyung! Aku kesal karena kau ragu tepat di depan musuh."

Tatapan Mark menajam saat Jungwoo telah berada di sampingnya.
"Seperti biasa anak ku.. Centaury selalu bergerak dari sisi yang tak terlihat. Di seluruh hutan yang mengelilingi katai, mata kami mengawasi dan menjaga kalian dari kejauhan."

"Terima kasih telah mengikuti strategi ku paman."

Jungwoo tersenyum lembut, "tentu, anak ku."

Jeno segera memberi Jungwoo satu botol kaca pemberian Renjun. Tak lama Jungwoo berbalik ke belakang barisan dan menghilang di dalam gelapnya hutan.

Mark kembali mengawasi keadaan, ia tahu jumlah prajurit mereka tidak imbang karena Arcturus kehilangan banyak prajurit saat terjadi pemberontakan. Sungai yang menjadi sumber air para prajurit telah terkontaminasi racun dalam jumlah besar. Canopus benar-benar menyimpan begitu banyak rahasia, seperti aliansi dibelakang layar, penggunaan racun bahkan rahasia tentang jumlah prajurit yang ia punya.

Mark mengangkat tangannya tinggi memberi aba-aba untuk berjalan maju. Ia menarik napas pelan lalu berteriak.
"Zhèng xiàng!!"

Seluruh prajurit melangkah maju dengan hentakan kaki yang kuat, Mark dapat melihat barisan prajurit Canopus dan kerajaan kecil begitu banyak hingga terlihat mengerikan di tengah padang rumput.

"Tíngzhǐ!!!" Mark berteriak sambil menarik tali kekang kudanya.

"Apa kalian siap?" Tanya Mark lantang.

Para prajurit mengangkat pedang mereka, menggerakkanya penuh dukungan dan berteriak.
"Ya!! Ya!! Ya!!"

Tatapan mata Mark dan Jeno semakin tajam saat melihat sebuah tandu keluar dari barisan dan diletakkan tepat di depan barisan.

Dia Johnny.

Lengkap dengan pakaian perangnya yang kuat dan indah.

Mark melepas busur panah di lengannya dan tanpa ragu mengambil anak panah perak miliknya.
"Ini akan segera berakhir." Gumamnya sebelum menarik anak panah itu kuat dan melepaskannya tanpa ragu.

Johnny terkekeh saat melihat anak panah meluncur tepat kearahnya dan menancap kuat di celah antara jari telunjuk dan jari tengah.

"Sudah siap rupanya."

The ArcturusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang