Sepasang anak manusia berbeda jenis itu masih bergelung di atas perpaduan mereka dengan tubuh saling menempel seolah membutuhkan kehangatan di tengah terpaan AC yang menyala dengan suhu paling rendah. Yang wanita menggesekkan hidung nyaman di dada sang pria. Sedang si pria mengusap lembut pundak sang wanita.
Mereka seolah tiada jarak, saling memberikan kenyamanan satu sama lain, dengan senyum merekah seolah tengah dibuai mimpi indah.
Namun sayang kenyamanan keduanya harus berakhir saat sebuah alarm yang berasal dari ponsel si pria langsung berteriak nyaring memutarkan nada lagu rock yang amat sangat mengganggu.
Syera yang pertama terusik, kemudian mulai menggeliat gelisah. Wanita ini mengerutkan kening dengan bibir mencebik seolah siap mengomeli siapapun yang sudah mengacaukan tidur nyenyaknya. Namun kala mata terbuka, mulut langsung menganga hendak berteriak mengikuti irama rock yang terdengar. Tapi beruntung ia langsung membekap mulut, dengan mata nyalang dilemparkan pada si pria yang tak lain dan tak salah lagi adalah Erik, suaminya.
Ck! Ini orang ngapain sih meluk-meluk?!
Informasi saja. Yang memulai pelukan dan berujung pada kenyamanan tadi adalah Syera. Wanita itu kedinginan karena selimutnya ia tendang hingga terbengkalai di atas dinginnya lantai. Ia mencari sesuatu yang bisa menghangatkannya dan siapa duga jika kehangatan itu berasal dari tubuh Erik yang sempat ia belai-belai dalam ketidaksadarannya.
Syera menggerutu memang, karena sudah ada di dalam pelukan nyaman seorang Erik yang selalu ia tolak ketika mengajaknya bercinta. Tapi dia tak memberontak. Wanita ini hanya diam menatap wajah Erik yang tampak tak terusik sama sekali dengan alarm yang tadi berbunyi nyaring hingga berhenti. Syera sendiri malah diam seakan takut jika sedikit gerakannya akan membangunkan sang suami yang mulai ia nilai tingkat ketampanannya.
Sialan memang ketika dewi hatinya memuji jika Erik memiliki keindahan fisik di atas rata-rata.
Suaminya ini memang tampan. Tapi kadang sering bertingkah menjengkelkan. Hitung saja sudah berapa kali pria itu membuat dirinya nyaris jantungan, karena setiap apa yang Erik lakukan selalu saja membuat jantungnya berdetak tak beraturan.
Mendadak Erik menggerakkan alis. Siaga, Syera pura-pura tidur agar tak dianggap sangat memuja Erik, hingga mengagumi pria itu kala tertidur. Tapi harusnya dia menyingkir dulu dari kungkungan Erik sebelum pria ini bangun, kan? Ah ... sial! Syera terlambat memikirkan hal itu.
"Eh? Syera?" panggil Erik pelan dengan suara seraknya yang berhasil membuat Syera merinding. "Syer bangun. Tanganku kamu tindih." Pria ini menggerakkan bahu Syera pelan hingga wanita itu menggeliat, membuka mata.
Pura-pura terkejut karena terbangun di dalam pelukan Erik, Syera mendorong dada suaminya dengan ekspresi marah yang dibuat-buat. Pandai sekali akting wanita ini. "Lo! Lo ngapain peluk-peluk?" Dia mendekap tubuhnya sendiri setelah lepas dari pelukan nyaman Erik. Kalau bisa, sebenarnya ia ingin berlama-lama di sana. Soalnya baru kali ini Syera tidur dan bangun dalam dekapan pria. Terlebih dekapan pria yang memiliki tubuh atletis seperti Erik. Rasanya enggan menjauh. Tapi kan dia gengsi kalau bilang mau dipeluk lagi.
Ya ampun!! Aku mikir apa, sih?!
"Aku yang peluk?" tanya Erik berpikir.
"Ya iyalah!! Yang paling nafsu di sini siapa? Kan elo!"
Sebelah alis Erik lantas menukik naik. "Oooh!" Tanpa Syera duga, Erik lantas mengintip isi boxernya, membuat Syera tercekik oleh rasa terkejutnya. Wanita itu melotot dengan mulut menganga lebar. Sialan!! Dia melihat rambut tipis di bawah sana. "Oh iya, dia bangun." Erik tersenyum miring melihat keterkejutan istrinya. "Biasa aja sih, ngga lihat juga." Lalu ia turun dari ranjang, melihat ponselnya yang kembali menderingkan alarm yang dia atur jam empat pagi. "Solat, ngga?" Dia melirik Syera.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Agreement
RandomTak ingin menikah karena dijodohkan. Tak ingin pernikahannya dikontrol oleh orang asing tak dikenal. Pria dan wanita yang tak cukup akur sebagai teman apalagi sahabat ini memutuskan untuk menikah dengan alasan yang sama. Pernikahan yang tak diatur a...
