Part 10

5.2K 241 3
                                        

Mimi sudah siap. Begitupun orang tuanya. Menanti kehadiran rendy dan keluarganya.
Tidak lama kemudian rendy dan keluarganya datang. Orang tua mimi menyambut mereka dengan ramah dan sopan.

"Selamat malam jeng, pak, ren dan.." marsha menggantungkan kalimatnya ketika melihat seorang laki2 tak kalah tampan dari rendy berada disamping rendy

"Ahh kenalin tante, ini refan. Adik saya"

"Oh iyaa refan selamat malam yaa. Yuu mari kita duduk" marsha mempersilahkan keluarga rendy untuk duduk dimeja makan untuk makan malam

"Sebentar yaa, saya panggilkan dulu mimi" marsha berjalan ke arah kamar mimi

Ketika keluarga rendy dan ayah mimi sedang berbincang. Mimi pun datang.

Semua pasang mata tak lepas dari mimi, termasuk rendy. Semuanya terpukau, betapa cantiknya mimi malam ini dengan balutan gaun berwarna merah dan ulasan make up yang sederhana mampu menyihir mimi menjadi seorang bidadari cantik malam ini.

"Waw.." seru refan lirih

"Cantik" lirih rendy seakan tidak terdengar oleh siapapun

"Selamat malam tante, om, dan" mimi juga tidak mengenal sosok pria yang berada tak jauh dari rendy

"Saya refan" refan memperkenalkan diri sambil tangannya terangkat berharap mimi menyalaminya

"Oh iya selamat malam" mimi menyalami refan

"Dia adik saya" seru rendy membuyarkan lirikan refan pada mimi

"Oke baiklah kalau begitu kita makan dan berbincang2 perihal anak kita jeng" ujar marsha

"Ahh menantuku cantik sekali. Pantas saja rendy ingin segera menikahimu sayang" ucap felyn seolah terpesona dengan mimi

"Ah tante berlebihan" balas mimi

"Sebenarnya kedatangan kami kemari ingin melamar sekaligus menentukan tanggal pernikahan anak saya rendy dan putri cantik anda, mimi" ujar fery

"Saya fikir rendy tidak akan secepat ini untuk mempersunting anak saya. Karna rendy baru sekali datang kerumah ini dan langsung meminta restu untuk menikahi anak saya. Saya fikir rendy main2 dengan ucapannya"  jelas ayah mimi

"Saya serius dengan putri om" tangkas rendy tak kalah lantang

"Baiklah kalau begitu, memang lebih cepat lebih baik biar tidak ada ucapan orang yang tidak mengenakkan" ucap david

Merekapun berbincang sembari makan. Mata rendy sesekali melirik mimi yang sedang sibuk makan. Seakan tidak menghiraukan orang2 disekitarnya.

Rendy sedikit lega, meskipun biasanya dandanan mimi kacau, tapi ketika mimi dandan, sangat cantik. Rendy sedikitnya berfikir tidak salah pilih calon ibu dari anak2nya. Meskipun tingkah mimi selalu gila tapi itu tertutup dengan kecantikannya malam ini. 'Sedikit gila mungkin menjadi bumbu rumah tangga kita' ~ Rendy

.

Mimi terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap2kan matanya dan membayangkan hal semalam. Pernikahannya dengan rendy akan dilaksanakan 2minggu lagi. Mimi masih berfikir bahwa ini mimpi. Entah mimpi buruk menikah muda, atau mimpi baik menikah dengan pria tampan dan kaya. Mimi melenguh mengingatnya. Kalau terus difikirkan, ia bisa gila.

Dering ponsel notifikasipun terdengar, mimi melihatnya.

"Hari ini kita akan fitting baju pengantin. Aku akan menjemputmu jam 9 tepat"
Pesan dari Rendy

"Ohmygod! Apa dia sudah gila! Ini aja udah jam 8. Sejam lagi aku udah harus siap? Aiisssshh!" gerutu mimi dan langsung kekamar mandi membersihkan badannya

Mobil mewah rendy sudah terparkir didepan rumah mimi. Hari ini adalah hari dimana mimi dan rendy akan fitting baju penganting.

"Ayo cepat" seru mimi membuat rendy menoleh kearahnya

Jeans dan kaos yang digunakan mimi hari ini sangat membuat mimi terlihat simple. Mimi langsung naik ke mobil rendy tanpa memperdulikan rendy yang masih di kursi teras rumahnya.

"Tante, saya pamit dulu" rendy menyalami marsha yang sedari tadi menemani rendy sembari menunggu mimi

"Iyaa nak hati2"

Mobil rendy melaju menjauhi rumah mimi. Mimi sibuk dengan earphone yang dipasang ditelinganya dan ponsel yang dimainkan ditangannya. Satu kaki mimi terangkat dikursi. Rendy menelan ludahnya pelan ketika melihat kelakuan mimi yang sangat jauh dari kata anggun. Dalam hati rendy 'andai mimi berdandan seperti semalam setiap harinya' namun berandaian itu ditepis rendy. Rendy tau bahwa itu hal mustahil yang gaakan pernah dilakuin mimi. Sifat masa bodo dan acuh mimi membuat mimi tidak mau ambil pusing untuk merubah bagaimana dirinya.

Mereka telah sampai ditujuan. Mimi langsung dibawa oleh perias pengantin untuk mencoba baju pengantin. Rendy juga mencoba bajunya.

Mimi keluar dari kamar ganti dengan gaun pengantin yang akan ia gunakan nanti.

"Hey!" seru mimi seakan memanggil teman pada rendy. Tidak ada kelembutan terpancar darinya pada rendy

"Emm.." rendy berbalik dan melihat mimi. Lagi lagi rendy terpanah dengan mimi dan gaun yang digunakannya. Mimi sangat cantik dan seksi menggunakan gaun pengantin itu.

"Ini kekecilan" seru mimi sembari menarik2 bajunya

"E e e eee, ngga. Ini ngga kekecilan. Ini pas. Emang segini ukurannya" ucap rendy memegang tangan mimi untuk menghalanginya menarik baju pengantin itu

"Tapi aku tidak nyaman. Kau tidak liat aku begitu susah bernafas" kekeh mimi

"Ngga sayang. Ini pas. Ini ukurannya. Kamu seksi" bisik rendy dengan kata seksi

"Apa kau bilang? Dasar otak mesum! Ahh aku mau ganti baju saja" mimi berbalik dan memasuki kamar ganti untuk mengganti pakaiannya

Rendy hanya menepuk jidatnya pelan. Mimi benar2 bukan wanita biasa. Dia luar biasa.

.

.

.

Crazy WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang