Refan sangat kacau kali ini. Bella benar2 mengacuhkannya. Bahkan dia menggandeng pria lain dihadapan refan. Sama sekali tidak memperdulikan refan, seakan bella tidak pernah kenal dengan refan. Refan memang salah, ia tidak mau mengambil resiko atau berkomitmen. Sedangkan bella, diumurnya yang cukup matang menginginkan pria yang bertanggung jawab dan menikahinya. Ia tidak ingin bermain2 lagi dalam hubungan atau sekedar menunggu yang tidak pasti.
Disisi lain, bella juga sangat tersiksa dengan posisinya sekarang. Ia harus berakting baik2 saja didepan semua orang dan jalan dengan pria lain yang tidak ia cintai. Sampai saat ini, posisi refan dihatinya tidak tergantikan. Bahkan setiap malam bella selalu mengingat refan. Tidak mudah melupakan orang yang bertahun2 bersama dan orang yang benar2 dicintai. Sehancur apapun refan saat ini tidak sebanding dengan kerapuhan bella saat ini.
"Apa kau yakin akan menikah dengan Denis?" tanya ibu bella, bella mengunjungi orang tuanya untuk sekedar makan siang bersama ibunya
"Entahlah bu, mau bagaimana lagi? Tidak ada pilihan lain. Cinta datang karna terbiasa bersama" bella menghela nafas panjang sambil memakan makanannya
"Ibu hanya bisa mendukungmu apapun pilihan mu. Tapi saran ibu cuma satu, jangan sampai kamu salah pilih. Karena hubungan pernikahan bukan untuk sehari dua hari. Tapi seumur hidup. Ibu tidak ingin anak ibu melakukan perceraian karna ketidak cocokan" ujar ibu bella dengan hati2 sambil memegang tangan bella
Ucapan ibu barusan berhasil membuat air mata bella berjatuhan. Entahlah, bella tidak bisa menahan air matanya saat bersama ibunya.
"Aku harus bagaimana bu? Aku tidak bisa membohongi hati aku. Bahkan sudah sebulan ini aku menjalani hubungan dengan orang lain, tapi hatiku tetap pada refan. Bahkan sedetikpun aku tidak bisa melupakannya. Tolong aku buu hikshikss" tangisan bella semakin mengencang sambil menelusupkan kepalanya ditangan ibunya yang ada diatas meja
"Istirahatlah sebentar saja nak. Putuskan laki2 itu lalu berliburlah sementara. Pergilah kemana kau mau dan ketempat yang ramai. Agar kamu tidak kesepian" ucap ibu bella sambil mengelus kepala bella
Bella hanya menangis, ia tidak bisa menahan air matanya kali ini. Dihadapan ibu, dia benar2 hancur.
"Kamu kuat. Kamu pasti bisa melupakan refan. Istirahatlah nak. Karna bagaimanapun kamu salah menjadikan pria lain sebagai pelampiasanmu karna putus dari refan. Denis sangat menyukaimu. Kamu tidak boleh menjadikan dia sebagai pelampiasanmu" lirih ibu bella
"Aku akan mulai menyukai denis buu, meskipun perlu waktu yang lama" bella mengangkat kepalanya dan menghapus air mata yang ada di pipinya
"Semangat nak, semangat untuk masa depanmu" ibu memeluk bella
.
Bella berniat melupakan refan, apapun yang terjadi. Ia akan mulai menyukai denis dan hanya denis. Bella ingin segera menjadi seorang istri. Bella fikir bella berhak untuk bahagia. Dengan atau tanpa refan.
"Hari ini aku libur, apa kau mau jalan2?" tanya denis pada bella saat bertemu di apartemen bella untuk menjemputnya
"Boleh, kemana?" tanya bella
"Terserah. Yang penting kamu senang" ucap denis
Denis memang pria yang baik. Dan tidak kalah tampan dengan refan. Namun tetap saja, tidak menggoyahkan posisi refan dihati bella.
"Baiklah, aku akan ganti baju dulu. Kau tunggu sebentar yaa" ucap bella yang di iya kan oleh denis
Setelah beberapa menit, bella keluar dari kamarnya dan melihat denis tidak ada di sofa. Kemana dia? Batin bella.
"Deniss.. Den.." bella memanggil2 denis dan melihat denis berada di ruang santai milik bella
Denis memperhatikan foto2 saat bella bersama dengan refan yang masih terpampang di dinding dan meja bella. Bella memang tidak berniat untuk melepaskan semua foto refan. Entahlah, sulit baginya melepaskan foto kebersamaan mereka.
"Ternyata kau ada disini. Aku mencarimu" ucap bella saat menghampiri denis yang sedang berdiri di depan foto refan dan bella
"Kau sudah selesai?" tanya denis
"Kau sedang apa?" bella balik bertanya saat melihat denis memperhatikan fotonya dengan refan
"Tidak. Ayo kita berangkat" denis menggandeng bella dan berjalan keluar apartemen bella
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan akan pergi bersenang2.
"Yang tadi.." terpotong saat bella akan menjelaskan tentang fotonya bersama refan
"Kita mau kemana?" Tanya denis mencoba mengalihkan pembicaraan
"Terserah kamu saja" ucap bella pelan
"Kau mau nonton?" tanya denis
"Boleh" bella
Merekapun ke bioskop untuk menonton film. Bella memilih film komedi. Dan tidak berhenti tertawa. Namun denis tau bella tidak sebahagia kelihatannya. Dengan melihat bella tertawa, membuat denis terluka. Karna sebenarnya bella sangat rapuh.
"Kau lihat tidak tadi sangat lucu filmnya ya hahahaa" bahkan saat keluar dari bioskop saja bella terus tertawa
"Kau mau makan?" tanya denis
"Ahh iya, aku lapar. Kau pengertian sekali" ucap bella
Merekapun makan disalah satu tempat makan ternama dikotanya. Dan mulai berbincang. Bella terus tertawa membicarakan film nya dan denis hanya menyimak apa yang bella katakan.
"Kau bahagia?" tanya denis pada bella
"Iya, bahagia" jawab bella sambil tertawa kecil
"Benarkah?" tanya denis meyakinkan
"Iya benar, memangnya kenapa?" tanya bella
"Aku tau kau tidak sebahagia kelihatannya" ucap denis sambil mengaduk minumannya santai
"Maksudnya? Aku bahagia kok" ucap bella
"Aku tidak melihatnya dimatamu" ucap denis
Bella terdiam
"Aku tidak memaksamu memilihku atau sekedar menjalin hubungan dengan ku. Aku tidak sebanding jika harus bersaing dengan mantanmu yang sudah lama bersamamu. Jadi, aku akan melepasmu" ucap denis yang masih menatap minumannya yang ia aduk
"Tidak mudah bagiku melupakan seseorang yang sudah lama bersamaku. Tapi tidak mustahil juga aku akan mencintaimu. Semuanya hanya perlu waktu. Jadi bersabarlah" ucap bella
"Baiklah. Aku akan bersabar menunggumu mencintaiku" denis memegang tangan bella
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Wife
CintaMenjadi seorang istri dari pria yang kadar ketampanannya itu melebihi dewa. Bagaimana rasanya? . .
