Mimi tengah duduk di pinggiran ranjang sambil matanya menatap kosong kedepan. Tiba2 rendy membuka pintu kamar.
Tidak ada reaksi sama sekali dari mimi. Mimi tengah melamun fokus sampai suara pintu pun tidak terdengar olehnya. Rendy hanya melihat mimi sekilas lalu beranjak ke kamar mandi.
Suara barang jatuh dari kamar mandi membuyarkan lamunan mimi. Mimi tersadar dan bangun dari duduknya. Menghampiri kamar mandi untuk melihat apa yang jatuh.
"Hey tuan, apa kau di dalam?" mimi mengetuk pintu cukup kasar
Rendy tidak menyahut. Mimi melihat tas kerja rendy di atas sofa kamarnya.
'Ah benar saja itu dia' batin mimi
Setelah hampir 30menit, rendy keluar dari kamar mandi. Mimi langsung menghampirinya.
"Kau sudah pulang? Apa kau mau aku ambilkan makan? Apa kau kelelahan?" mimi terus mengikuti langkah rendy sambil terus bertanya
Tidak ada jawaban dari rendy
"Hey tuann! Kau ini kenapa? Kenapa kau mendiamkan aku? Apa yang salah dariku?" tanya mimi dengan nada tinggi
"Akhirnya kau bertanya. Aku fikir kau sudah kebal dengan semua tingkahku. Aku fikir kau tidak memperdulikan tingkahku" jawab rendy santai dan duduk dipinggir ranjang sambil memainkan ponselnya
"Apa yang salah dari ku?"
"Minggirlah, aku ingin baring" cuek rendy tak memperhatikan mimi
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu tidur sebelum kau bicara kau kenapa. Apa kau sedang sakit atau apa kau sedang sakit gigi? Ya tuhan, kenapa aku cerdas sekali ya menebak. Kau tidak bicara, mungkin kau sakit gigi" dengan muka penuh ekspresi mimi bicara. Tangannya kini menghalangi bantal yang akan ditiduri rendy
"Kalau kau punya otak, kau pasti tau kenapa aku kaya gini" sedikit namun berhasil membuat mimi tertegun
Mimi berdiri dan melangkah, disela langkahnya mimi terdiam dan bicara.
"Aku tau aku bodoh, otakku minim, aku tidak secerdas kau dan juga orang lain diluaran sana. Tapi setidaknya hargai usahaku untuk bertanya kesalahanku. Karna sebelumnya aku tidak pernah bertanya tentang kesalahanku pada siapapun. Dan satu lagi. kalau aku tau kesalahanku, aku tidak akan bertanya untuk jawaban yang telah aku tau" mimi berlalu pergi meninggalkan rendy
Deg!!! Perkataan mimi berhasil membuat rendy sadar. Mimi salah, namun rendy lebih salah. Sekali lagi, mimi adalah wanita polos dengan otaknya yang minim. Yang mungkin tidak bisa berfikir panjang saat ingin bicara. Kata2 nya yang mungkin menyakitkan. Kata2 nya yang bahkan orang lain gamungkin katakan, dia katakan. Padahal dalam hatinya dia tidak sejahat itu.
Ternyata rendy berarti untuk mimi. Dalam perkataannya yang bilang "aku tidak pernah bertanya tentang kesalahanku pada siapapun" membuktikan bahwa sikap rendy yang selama ini mendiamkan mimi, membuat mimi tidak nyaman.
"Aku salah. Ini salahku" lirih rendy dan langsung bangkit dari tidurnya
Rendy mencari mimi. Matanya melirik kesana kemari mencari keberadaan mimi. Keruangan rumah dilihatnya mimi sedang tertidur pulas dan memeluk bantal.
Rendy memperhatikan sejenak wajah wanitanya itu. Mengamatinya.
'Maafkan aku, tidak memahamimu' batin rendy
Rendy menggendong mimi ke kamar.
"Ish kau berat sekali. Gaada kurus2 kau ini" rendy
Rendy kelelahan menggendong mimi. Badannya yang padat dan berisi membuat rendy kewalahan menggendong mimi.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Wife
RomanceMenjadi seorang istri dari pria yang kadar ketampanannya itu melebihi dewa. Bagaimana rasanya? . .
