Part 35

4.1K 152 4
                                        

Mimi baru selesai mandi dan masih memakai handuk, tiba2 telfon nya berbunyi.

"Halo.." mimi

"Halo sayang, aku lagi dijalan pulang nih" ya, yang menelfon adalah rendy

"Trus?" tanya mimi singkat

"Kamu gamau nanya kenapa aku pulang cepat?" rendy

"Pulang cepat? Kau cuma beda satu jam dari jam pulangmu. Lagian itu perusahaan mu, siapa yang akan melarangmu pulang?" santai mimi

"Ah sudahlah.." rendy menutup telfon nya

Mimi hanya mengedikkan bahunya dan langsung memakai baju dan menyisir rambutnya. Tidak lama, rendy pun sampai dirumah. Ia memperhatikan mimi yang sedang menyisir rambutnya.

Ketika mimi melihat kaca dan dia melihat rendy ada dibelakangnya, sangat membuatnya terkejut.

"Aaa shitt! Kenapa kau mengagetkanku? Aaa kau ini benar2. Apa kau tidak tau caranya mengetuk pintu?" mimi benar2 kaget

"Ini kamarku, siapa yang akan melarangku masuk tanpa mengetuk pintu?" rendy berjalan mendekati mimi

"Aku!! Aku yang melarangmu! Untung tidak aku patahkan lehermu" mimi sangat kesal

"Haha lakukan saja, nih leherku. Mau mematahkan bagian mana? Apa akan adil, pria yang sangat tampan ini mati gara2 dipatahkan lehernya sama istrinya. Uhh mengerikan" ujar rendy sambil kedua tangannya memegang lehernya dan menyipitkan kedua matanya

"Heii!!!" mimi mengangkat tangannya berniat memukul rendy, namun rendy dengan sigap menahannya dan menarik mimi kepelukannya. Dan dengan cepat mencium bibir mimi. Mimi benar2 kaget. Bagaimana bisa rendy berbuat seperti ini, fikir mimi. Setelah cukup lama bibir rendy menempel dengan bibir mimi, rendy melumat bibir mimi dengan lembut. Tidak ada perlawanan dari mimi. Mimi masih dengan fikirannya dan tidak membalas lumatan bibir rendy. Ketika tersadar, mimi mencoba mendorong tubuh rendy, namun dengan cepat rendy memeluk mimi dengan erat.

"Ren... Lep.." mimi benar2 kuwalahan dengan lumatan bibir rendy, dan rendy benar2 erat memeluk mimi

"Kenapa? Apa ciuman saja, aku tidak berhak dapatkan dari kamu?" tanya rendy lirih

Mimi tidak menjawab dan hanya menunduk, rendy menarik dagu mimi agar melihatnya. Lalu rendy kembali melumat bibir mimi. Mimi hanya bisa diam, dan sedikit demi sedikit membalas lumatan rendy, walau tidak selihai rendy dalam memainkan lidahnya.

Setelah cukup lama berciuman, rendy menyudahinya dan mencium kening mimi tanpa berkata apapun rendy pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Mimi benar2 dibuat kehabisan kata2. Sampai saat ini memang rendy belum mendapatkan hak nya. Mimi sedikit mengerti. Namun mimi benar2 takut perawannya diambil. Tapi barusan mimi benar2 merasakan begitu lembutnya ciuman rendy dan sentuhannya.

Mimi duduk di sofa kamarnya, tidak lama akhirnya rendy keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan celana tidur yang pendek tanpa memakai baju. Ototnya benar2 luar biasa indah saat dilihat. Mimi menundukkan kepalanya

"Kau kenapa?" tanya rendy

"Ngga. Kau mau makan apa? Aku akan pesankan untukmu" tanya mimi

"Masaklah, aku tidak ingin makan buatan orang lain" singkat rendy

"Kau kan tau aku tidak bisa masak, sekalipun dipaksakan nanti nya tidak akan berbentuk, rasanyapun pasti aneh" ucap mimi dan langsung berdiri menghampiri rendy yang sedang menyisir

"Tidak apa, coba saja. Belajar" ucap rendy membalikkan badannya dan menghadap mimi

"Ah aku tidak yakin" mimi

"Aku yakin" ucap rendy sambil meremas payudara mimi dengan satu tangannya

"Ish kau ini apa-apaan!" mimi melepaskan tangan rendy dari payudaranya

"Yasudah cepatlah masak" rendy

"Apa yang harus aku masak? Di dapur tidak ada bahan untuk dimasak" mimi

"Astaga mimi" rendy memukul jidatnya pelan

"Emmhemm" mimi hanya bergumam

"Telur, pasti ada telur dikulkas" ucap rendy

"Entahlah aku tidak yakin, pelayanmu yang mengisi kulkasnya" jawab mimi

"Coba cek, dan kalau ada buatkan aku telur dadar" rendy meninggalkan mimi

Setelah beberapa saat, akhirnya mimi menghidangkan telur dadar untuk rendy.

"Makanlah, aku sudah susah payah membuatnya" ucap mimi sambil mengusap keringat yang ada dijidatnya

Rendy langsung menyantapnya. Suapan pertama membuat rendy tertegun.

"Aku akan membuangnya" tangan mimi memegang piring yang diatasnya telur buatannya

"Ah kenapa harus dibuang, ini enak" rendy kembali memakannya dengan lahap

"Aku tau itu tidak enak, berhentilah berbohong" mimi

"Kalau kau tau itu tidak enak, belajar lah untuk membuat sesuatu yang enak. Aku sangat menghargai usahamu untuk membuat telur dadar ini. Dan aku akan menghabiskannya" ucap rendy

"Jangan seperti itu" mimi

"Dan satu lagi, jangan memasak untuk orang lain selain aku!" rendy kembali memakan telur itu

Mimi terdiam melihat rendy memakan masakannya dengan lahap. Mimi tau bahwa telur itu sangat tidak enak karna mimi mencobanya sebelum rendy memakannya, mimi hanya ingin mengetes rendy bagaimana reaksinya. Dan yaa, rendy memakannya dengan lahap meski tau rasanya tidak enak.

.

.

.

Crazy WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang