PROM 13.
Di Bandung, tepatnya dirumah besar berpagar cokelat ada dua orang sahabat yang tengah berbincang santai. Dua wanita anggun yang tak lain Reta dan Arina adalah ibu dari Adara dan ibu dari Raga. Mereka sudah bersahabat dari SMP dan sampai sekarang masih sama.
Arina yang sengaja datang untuk menemani sahabatnya yang sakit itu tidak lupa juga membawakan bubur, karena ia tahu pasti sahabatnya itu belum makan dan sibuk dengan pekerjaannya. Terkadang, Arina merasa kasihan dengan Reta yang harus mengurus perusahaan suaminya dan butik. Belum lagi menjadi ibu dan seorang ayah untuk Adara.
Ia melihat Reta diruang kerjanya yang sedang melipat sebuah kertas dan ia masukkan kedalam amplop hitam dan menaruhnya disamping mejanya. Wajah pucat dan tubuh yang semakin kurus itu membuat hati Arina sakit belum lagi ketika ia ingat apa yang dikatakan dokter tentang kondisi Reta saat ini.
"Kamu sudah ada disini ternyata." ucap Reta dengan menampilkan senyum hangat dan pelukan kepada sahabatnya.
"Aku membawa bubur kesukaanmu. Kamu pasti belum makan bukan?" balas Arina pengertian.
"Kamu memang sahabat ku yang paling mengerti. Ayo kita ke dapur." ucap Reta dan berjalan lebih dahulu menuju dapur.
Arina pun menyiapkan bubur yang ia bawa dan ia pindahkan ke dalam mangkuk putih lalu ia bawa ke meja makan yang sudah ada Reta yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Makanlah. Tubuhmu sudah sangat kurus, bagaimana nanti mengurus Adara dan perusahaan jika kurus begitu." ucap Arina yang membuat Reta terkekeh.
"Aku sudah tidak mengurus perusahaan dan butik lagi." balas Reta dan menyuapkan bubur ke mulutnya.
Mata Arina berbinar."Lalu siapa yang mengurus?" tanya Arina.
"Aku sudah menemukan orang yang akan mengurus perusahaan dan juga butik. Tidak lupa aku juga sudah menyiapkan kebutuhan Adara sampai ia besar nanti." jawab Reta sedikit terbatuk.
"Maksud kebutuhan Adara?" tanya Arina tidak mengerti.
"Tugas ku sudah selesai, Rin. Aku tidak bisa menjamin bisa mengurus Adara lama. Jantung ku sudah semakin lemah dan dokter sudah mengatakan bahwa tidak ada harapan lagi. Uhuk." balas Reta yang kembali terbatuk.
"Kamu jangan pesimis. Adara membutuhkan mu, berjuanglah demi Adara dan aku akan selalu ada untukmu, Ta. Dokter bukan Tuhan yang bisa menentukan kapan kamu akan mati. Kamu harus kuat dan aku yakin kamu bisa." kata Arina menggenggam erat tangan sahabatnya menyalurkan kekuatan.
Reta mengangguk."Aku titip Adara jika nanti terjadi sesuatu denganku. Sayangi dia seperti kamu menyayangi anakmu, Rin."
****
Hari terakhir dijogja yang sengaja dibebaskan karena besok mereka harus kembali ke Bandung karena liburan mereka akan disambung bersamaan dengan hari kelulusan mereka yang akan diadakan di Pulau Bali. Semua dibebaskan untuk hari ini asalkan ingat untuk tidak larut malam karena pesawat mereka besok dipagi hari pukul delapan.
Kolam renang penuh dengan anak-anak Aksara dan juga beberapa murid yang ikut mengumpul. Begitupun Adara dan kedua sahabatnya yang duduk bersama disalah satu sofa setelah sarapan pagi. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan untuk menghabiskan waktu dikota ini.
Adara yang sibuk memandang keramaian kota dari atas hotel sedangkan kedua sahabatnya sibuk mengabadikan foto mereka. Tidak hanya itu, mereka juga sedang menunggu tiga cowok yang sedang berenang dikolam renang. Siapa lagi kalau bukan Raga, Kenzi dan Arga. Hari ini mereka memutuskan untuk berada dihotel dan menikmati suasana Jogja yang berbeda dari Jakarta maupun Bandung.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADARA [SELESAI]
Teen FictionSetiap orang pasti akan mengalami perubahan. Ntah karena diri sendiri, orang lain atau hal lain yang membuat seseorang itu berubah. Itu yang kini tengah dialami oleh gadis cantik dengan mata cokelat terangnya. Perubahan sikapnya yang menjadi lebih...
![ADARA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/181511909-64-k677193.jpg)