"Jangan sia-siain orang yang tulis demi orang yang memiliki akal bulus."
-
Gavin termenung di kamarnya. Setelah sekian lama dia menangis, mengingat kenangannya bersama Kakek. Sepeninggalan Kakeknya, jujur Gavin bingung dengan semua harta yang ditinggalkan. Gavin bingung, sedangkan Gavin masih sekolah.
Gavin berjalan mengelilingi rumahnya, Gavin tersenyum miris dengan keadaan yang sekarang, sepi sunyi tak ada lagi yang nasehatin Gavin atau bisa Gavin ajak main PS.
"Kek, biarin. Hari ini aja Gavin inget kakek." ucap Gavin.
Gavin melanjutkan jalannya. Sampai, terdengar suara ketukan pintunya. Gavin langsung membukakan pintunya.
"Aa Gavin kenapa sedih?" tanya Fahmi.
"Jangan sedih dong, kita udah relain bolos demi lo vin. Kita mau ngehibur lo nih." ucap Indra.
"Lo bisa cerita apapun ke kita. Buat hari ini, kita milik lo." ucap Reza. Gavin tersenyum dan langsung memeluk mereka.
"Kalian doang emang sahabat gue yang paling ngertiin gue." ucap Gavin.
"Aa Gavin ini bisa dilepas gak? Neng engap nih." ucap Fahmi membuat kepalanya menjadi tempat jitakan Indra.
"Bacot amat sih." kesal Indra.
"Ya kan aing engap sia teh. Kalo aing mati, sia mau tanggung jawab?" Fahmi tak kalah kesal.
"Lo mati, gue syukuran dirumah." ucap Indra.
"Blegug sia!" kesal Fahmi meninju Indra berulang-ulang.
"Ngapain ribut mulu? Gue nikahin nih." ucap Reza.
"Nah bener." sahut Gavin.
"Gue jadi penghulunya, kalo kalian mau nikah." tawar Reza.
"Gue jadi saksi deh." sahut Gavin.
"Heh!"
"Gue nikah sama si bule sunda ini? Dih ogah gue!" kesel Indra.
"Tuh kan ribut lagi." lelah Reza. Gavin langsung menggeret Fahmi dan Indra duduk di kursi. Reza tersenyum.
"Silahkan pak, kedua mempelai sudah siap." ucap Gavin.
"What the fuck!" Indra kesal.
"Anjir!" Fahmi kesal.
"Sodara Indra, terima uluran tangan saya." ucap Reza. Mengulurkan tangannya ke Indra.
"Nanti Indranya Baper sama lo njir." kesal Gavin.
"Kan gue mau nikahin mereka goblok! Yakali dia suka sama gue!" Reza juga kesel.
"Yaudah gak usah nikah deh njing!" ucap Gavin.
"Gelut yok? Mau gelut gak?" tanya Fahmi.
"Semuanya ayo kita gelut, untuk meramaikan rumah Gavin. Kita gelut!" ucap Indra.
"Kok punya temen goblok semua ya!" Ucap Gavin pusing.
"Kayak lo nggak goblok aja!" kesal Reza.
"Sensi amat lo sat!" kesal Gavin.
"Apa bedanya sama lo?"
"Serah!"
•Perfect•
Sheila merasakan Gavin berubah. Membuat perasaan Sheila tak enak. Gavin pindah duduknya. Tak duduk lagi bersama Sheila. Gavin duduk bersama Reza. Karena penasaran, Sheila menghampiri meja Gavin dan Reza.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT [Completed]
Fiksyen Remaja[Private Acak, Follow dulu sebelum add cerita ini ya, Maafin] "Biarin gue galak, jutek, dingin. Bukan masalah lo juga kan!?" - Sheila Anastasya "Lo Jutek, gue suka. Lo beda dari cewek-cewek biasanya." - Gavin Putra Bramantyo. Enjoy with my story guy...
![PERFECT [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/120117111-64-k550389.jpg)