Beberapa minggu kemudian...
*****
Akhirnya aku akan memulai ke dunia 'Perkuliahan' dan besok adalah waktunya aku untuk ospek.
Setelah mengisi data dan formulir, tak lupa aku menemui meja yang di duduki oleh Kakak senior. Ia adalah bagian pengurus ospek. Aku mengambil kertas yang berupa syarat-syarat dan peraturan untuk ospek nanti, dan juga apa saja yang akan di bawa untuk besok.
Sebelum pulang ke kosan, aku akan mencari peralatan yang akan aku butuhkan untuk ospek nanti. Sekarang aku masih di sekitaran kampus. Aku melihat banyak pria dan wanita yang berlalu lalang di sekitar Kampus ini.
Aku sendiri, ya tentu saja.
Aku juga tidak tahu mengapa semua teman-temanku tidak ada yang ingin kuliah di tempat ini. Ada yang bilang terlalu mahal lah, tidak bisa bersaing dengan orang-orang di sini karena kebanyakan yang masuk ke sini orang-orang cerdas, tapi itu tidak semahal yang mereka katakan dan juga aku termasuk kalangan orang biasa---tidak terlalu cerdas. Tapi aku tidak perduli, karena Kampus ini lah yang paling bagus menurutku.
Aku melangkah untuk keluar Kampus, dan akan menuju Supermarket yang tak jauh dari kampus ini. Dengan berjalan kaki juga akan sampai.
Bruk!!!
Di saat aku asyik berjalan, seseorang menabrak aku dari belakang. Aku terjatuh tepat di bagian jalan yang becek. Alhasil baju yang aku kenakan kotor karena air aspal.
Sial! Aku harus bagaimana? Aku bahkan belum sampai menuju Supermarket.
"E-eh, maaf-maaf. Gue gak sengaja." Ujar seseorang itu.
Aku yang masih terduduk di lantai melihat pakaianku. Sangat-sangat kotor. Aku menepuk permukaan kotor itu dengan tangan, tetapi percuma, nodanya akan hilang jika di cuci.
Aku bangkit dan melihat sekeliling, semua Mahasiswa yang berlalu lalang menatapku dengan tatapan geli, ada juga yang tertawa. Aku benar-benar malu dan sial hari ini.
Aku menatap seseorang yang telah menabrakku. Seorang pria tinggi dengan wajah khas orang bule.
"Lo gak apa-apa?" Tanyanya.
Aku hanya diam menatap kesal kepada pria itu. Dia bertanya padaku dengan pertanyaan seperti itu? Dasar tidak masuk akal. Aku lebih baik diam. Ya seperti inilah aku, akan diam tak mau berbicara jika sudah merasa kesal dan marah.
"Hei, kenapa diem aja? Maafin gue ya ya.." Mohonnya. "Ini semua gara-gara lo, Jer! Kenapa juga lo dorong-dorong gue." Ucap pria itu kepada salah satu temannya yang ia panggil 'Jer'.
"Lo nyikut gue sakit banget, ya gue bales lah." Jawab temannya dengan santai.
"Liat-liat, njing! Lo liat, dia sampe jatoh gitu. Kotor lagi."
Aku menatap sebal kepada mereka berdua, tanpa memperdulikan mereka aku berjalan ingin pergi menjauh. Tetapi sebuah tangan menghentikan pergerakanku, ia memegang tangan kiriku.
"Sebagai permintaan maaf gue bakal ganti baju lo. Maafin gue ya.." Ucap pria itu sedikit memelas.
"Gak perlu." balasku malas. Aku mencoba melepas tanganku, tetapi tidak bisa. Aku menatap tajam pria itu, saat aku melihat matanya aku seperti terhipnotis, matanya sangat cantik. Berwarna Hazel cerah dengan sinar Matahari masuk ke dalam indera penglihatannya. Benar-benar indah.
Wajah juga sangat tampan.
"Hei, kenapa bengong?" Seketika aku tersadar dan kembali kesal dengan pria itu.
"Lepasin tangan aku! Dan gak perlu ganti, aku bisa beli sendiri."
"Tapi maafin gue."
"Ya, aku maafin. Sekarang lepas!"
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG [END]
Novela Juvenil'Persis seperti nama kita, Bintang dan Angkasa. Kita berada di tempat yang sama, namun tidak untuk bersatu.' (Adegan 18+) Upload: 1 Jul, 2019 -Kiki
![BINTANG [END]](https://img.wattpad.com/cover/192513798-64-k645692.jpg)