WARNING: Mengandung unsur 18+. Yang tidak suka bisa SKIP. Thank you..
---
Dave POV
Gue terbangun pas ngerasa udara terlalu dingin, anjir ini desa dingin banget ternyata. Gue ngebuka mata gue dan ternyata selimut gue sudah terlepas dari tubuh gue, dan gue melihat kesamping gue yang tidak ada siapa-siapa. Kemana Bintang?
Gue bangun untuk mengumpulkan nyawa, udara yang sangat dingin buat gue makin ngantuk, tapi gue harus bangun karena Jam dinding sudah menunjukkan pukul 06:20 pagi. Gue juga bingung kemana perginya si Bintang. Ah, mungkin lagi di kamar mandi.
Gue berjalan mendekati jendela kamar yang tertutup, gue ngebuka jendela itu dan terpampanglah pemandangan yang sangat sejuk dimata. Yang gue lihat sekarang pekarangan rumah Nenek milik Bintang dengan pepohonan yang ditutupi oleh kabut, ini kabut bukan kabut asap ya! Mungkin karena terlalu dingin jadi kabutnya begitu tebal.
Krek..
Gue berbalik, dan ternyata Bintang datang membawa nampan berisikan dua gelas susu dan juga Nasi Goreng. Euh, istri yang baik..
"Eh, kamu udah bangun Dave?" Bintang meletakkan nampan berisikan sarapan pagi itu diatas meja belajar. Oh, gue baru nyadar kalau ada meja belajar.
"Iya, udara disini dingin banget ya sampe aku kebangun," Ujar gue mendekati Bintang. "Kamu bangun pagi terus buat sarapan ya?"
"Sebenernya nggak sih, aku kebelet terus ke kamar mandi. Eh ternyata didapur ada Bunga lagi buat sarapan, ya aku bantu aja sekalian." Jelas Bintang, gue mengangguk saja.
Bintang menyodorkan Nasi Goreng buatannya-buatan Bunga juga sih, ke gue. Gue duduk dikursi yang ada dikamar dan melahap Nasi Gorengnya perlahan.
Enak! Itulah yang gue rasakan saat mengunyah Nasi Goreng ini. Bintang memang pintar sekali soal memasak.
"Enak Bi, udah cocok nih jadi istri aku.." Ujarku dengan menggoda Bintang.
"Apaan sih." Bintang membuang pandangannya ke arah lain, ternyata malu. Imutnya..
*****
Selesai sarapan, gue juga sudah mandi. Kalau boleh memilih lebih baik gue tidak mandi saja, karena udara disini sangat sejuk dan dinginnnn buat gue menggigil. Gue pun menggunakan jaket tebal yang untungnya gue bawa.
Gue lagi di dalam kamar sambil mainin handphone. Jaringan disini lumayan lelet dan gue putuskan untuk menonton film action yang belum sempat gue tonton. Gue juga nunggu Bintang yang sekarang sedang mandi.
Asyik dengan keseruan film yang gue tonton, gue mendengar pintu kamar terbuka yang tak lain pasti adalah Bintang. Gue mem-pause film tersebut dan melihat Bintang, dan wow..
Tuhan, tolong hamba untuk tidak tergoda dengan pemandangan indah yang ada didepan mata ini..
Bagaimana tidak tergoda, Bintang sekarang berdiri didepan gue yang sibuk mengecek handphone miliknya dengan kedadaan bertelanjang dada. Handuk yang menutupi daerah sensitifnya itu membuat gue tidak berpaling. Tubuh Bintang yang ramping dengan kulit putih, halus, dan mulus.
"Dave?" Panggil Bintang. Gue menghiraukan panggilan itu dan mendekatinya.
Bisa gue lihat Bintang memundurkan dirinya sambil menatap gue heran. Gue tetap mendekati tubuh aduhai Bintang itu. gue sudah dihinggapi oleh nafsu.
"Dave, mau ngapain kamu?" Sentak Bintang dengan kebingungan, tubuh itu sudah terhalang oleh pintu kamar. Bintang tidak bisa melarikan diri dari gue.
Gue memegang wajah halus milik Bintang, menatap intens manik mata berwarna hitam kelam yang sangat indah. Bintang sangatlah sempurna dimata gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG [END]
Teen Fiction'Persis seperti nama kita, Bintang dan Angkasa. Kita berada di tempat yang sama, namun tidak untuk bersatu.' (Adegan 18+) Upload: 1 Jul, 2019 -Kiki
![BINTANG [END]](https://img.wattpad.com/cover/192513798-64-k645692.jpg)