Ospek berjalan dengan lancar. Tetapi hampir beberapa jam kami mendengar celotehan Kakak tingkat, Bapak dan Ibu dosen selaku pembina ospek ini.
Mengantuk? Tentu saja.
Sesudahnya kami di bagi kelompok untuk kegiatan selanjutnya.
Aku juga sudah memiliki beberapa kenalan di kelompok ini, ya lebih tepatnya merekalah yang berkenalan denganku. Seperti Melody, teman satu kelompokku dan juga satu Prodi seperti aku. Ia mengajakku berkenalan karena dia bilang aku mirip seperti artis Korea. Yang Bang Aldi bilang tempo hari, aku tidak tahu namanya.
"Ya ampun, aku seneng banget bisa ketemu kamu. Bintang! Sumpah, kamu mirip banget Jungwoo NCT! Aduh, temen-temenku harus tahu ini!" ujar Melody menggebu-gebu dengan mata berbinar.
"Ah bisa aja sih Mel. Haha.."
Melody ternyata orang dari luar kota. Lampung tepatnya. Wajahnya juga cantik, memiliki tinggi badan yang sama seperti aku.
Dan di kelompokku sendiri terdapat lima belas orang. Hanya beberapa nama yang aku ingat, yaitu Melody, Nadya, Arga, Dilla, Roy, dan Stefan. Selebihnya aku lupa. Sedangkan aku dan Dave tidak sekelompok, ia ada di kelompok yang berbeda. Tapi tidak apa, karena sudah ada Melody yang satu prodi denganku.
Sekarang waktunya istirahat, aku dan satu kelompokku berkumpul di bawah pohon rindang yang berada di pinggir lapangan. Cuaca sangat panas, dan kami akan makan bersama disini karena di sini sejuk.
"Eh, Bin. Kamu tau, dari tadi aku perhatiin kamu terus lho." Ucap Melody yang berada di sampingku.
"Hahahaha.. ngapain kamu merhatiin aku? Kayak kurang kerjaan." Jawabku menggelengkan kepala, Melody memang cantik. Tetapi sedikit aneh.
"Ih bukan kurang kerjaan tau. Pas kamu masuk bareng temen kamu tadi, aku perhatiin kamu itu mirip banget sama idola aku. Eh ternyata kita satu kelompok, satu prodi lagi."
Aku hanya tertawa mendengar jawaban Melody. Segitunya ia menyukai Korea.
Aku lanjut makan di selingi celotehan Melody. Dia sangat cerewet, dan aku hanya menimpali seadanya.
Karena ingat, saat makan tidak boleh berbicara.
Saat aku menoleh ke arah yang tidak jauh dariku, aku melihat Bang Asa bersama pacarnya itu lagi. Dan tatapan kami bertemu, aku yang tertangkap basah karena melihatnya langsung menunduk, dan melanjutkan makanku.
"Bintang.." Sapa seseorang, ya dia Bang Asa. Mau tak mau aku melihatnya yang tengah bersama pacarnya.
"Iya Bang, kenapa?"
"Lo nanti pulangnya bareng gue ya." Pinta Bang Asa. Kenapa Bang Asa mau pulang bersamaku?
Aku tidak menjawab, dan aku melihat pacarnya Bang Asa menatapku seperti tidak suka.
"Oh jadi kamu mau pulang bareng dia ya. Bukannya dia yang pergi bareng kamu pas di Supermarket kemarin?" tanyanya.
"Iya, dia yang kemarin pergi bareng aku. Tapi ternyata ada kamu juga di dana." ucap Bang Asa dengan nada seperti menyindir.
"Ya udah, aku nanti bareng Tasya aja ke salonnya. Byee..." Wanita itu pergi meninggalkan Bang Asa.
"Bintang ikut gue bentar." Bang Asa melangkah duluan. Dan aku yang tidak tahu apa-apa pun berdiri mengikutinya.
"Mel, aku tinggal bentar ya."
"Oke.." Jawab Melody dengan mengacungkan jempolnya.
Aku mengikuti Bang Asa dari belakang, dan ternyata Bang Asa mengajakku ke belakang gedung Kampus.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG [END]
Teen Fiction'Persis seperti nama kita, Bintang dan Angkasa. Kita berada di tempat yang sama, namun tidak untuk bersatu.' (Adegan 18+) Upload: 1 Jul, 2019 -Kiki
![BINTANG [END]](https://img.wattpad.com/cover/192513798-64-k645692.jpg)