Hari-hari pun berlalu. Weekend terlewati dengan hanya bersantai dirumah karena Jungkook masih dalam bedrest nya. Hari ini Taehyung dan Jungkook bersiap untuk menyambut kepulangan Jisoo dan Namjoon besok. Jungkook sudah siap menagih janji Jisoo untuk jalan-jalan ke Lotteworld. Ditinggal beberapa hari saja sudah meninggalkan berbagai macam kejadian.
"Hyung besok kita jemput mamih kan?"
"Katanya kita tunggu rumah aja gaperlu jemput"
"Yaahh...adek mau jempuut"
"Udah nurut aja. Yg penting mamih papih pulang!" Mendengar itu Jungkook cemberut memanyunkan bibirnya itu
"Gausah gitu mukanyaaa... gemeeshhh tauu" ucap Taehyung yg sudah mencubit kedua pipi Jungkook tanpa ampun
"Ahh hyuuunggg!!!"
"Hehehe. Jadi hyung udah kepikiran besok kita bikin kejutan aja dirumah, gimana??"
"Kejutan apa?"
"Yaa hias rumah gituu terus siapin makanan"
"Siapa yg masak? Hyung kan gabisa masak"
"Yaa delivery aja lah repot amat"
"Udah kamu tidur makanya. Simpen tenaga buat besok" ucap Tae yg langsung menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua. Taehyung menyamankan dirinya dan siap tidur.
"H-hyuung..."
"Hmm.." respon Taehyung yg sudah dengan mata terpejam
"Kookie kangen mamih"
"Hm"
"Kookie kepikiran mamih terus hyunggg"
"Hm"
"ISH HYUNGG!!"
"Aish iyaiyaa.... hyung juga sama ko, tapi itu karena kita gasabar aja mau ketemu mamih papih lagi besok. Udah kamu istirahat jangan mikir yg aneh-aneh ya" ucap Taehyung yg menarik Jungkook kepelukannya lalu mengusap-usap punggung adiknya agar tertidur nyaman
"Mamih papih baik-baik aja kan hyung?"
"Iya sayang"
.
.
.
.
.
.
.
.
Siang ini Tae dan Jungkook dengan semangat menghias rumah mereka untuk memberikan kejutan kecil-kecilan pada Namjoon dan Jisoo. Walaupun sebenarnya 80% Tae dan 20% Jungkook yg melakukan dekorasi ini, kelihatannya sekarang Jungkook yg sudah berbaring asal di sofa dengan nafas terengah-engahnya.
"Nih minum dulu obatnya" ucap Taehyung yg menyodorkan segelas air dan obat adiknya itu.
Jungkook pun duduk dan langsung menelan obat yg dibencinya itu. Taehyung melihatnya dengan sedikit khawatir dan bersalah harusnya dia sama sekali tidak melibatkan Jungkook mengingat adiknya baru saka sehat. Namun kekhawatiran itu dia usahakan tidak terlihat oleh Jungkook agar dia tidak lagi merasa bersalah.
"Ngeyel sih. Tadi aja ada yg bilang mau kerjain semuanya. Cemen" ucap Taehyung sambil mengelap keringat didahi Jungkook dengan tangannya.
Tingtong
"Ah makanannya dateng. Hyung ambil dulu ya adek tunggu sini"
"Um.."
.
.
.
.
.
.
.
Sore pun tiba. Orang yg dinanti tak kunjung datang. Taehyung mendudukkan dirinya dan bersandar disofa sementara Jungkook sudah tiduran disampingnya dengan paha Tae sebagai bantalannya. Mereka menunggu terlalu lama hingga tidak tau lagi harus melakukan apa. Menelfon kedua orangtuanya pun tidak mendapat jawaban. Taehyung semakin pusing karena si bungsu yg terus bertanya. Kalau dia tau juga dia akan jawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uri Kookie~ || END
FanfictionHanya cerita dari keseharian Jungkook, adik dari Kim Taehyung, anak bungsu dari pasangan Kim Namjoon dan Kim Jisoo yang sangat manja walaupun bongsor. Terutama dengan ayah tercinta yang juga idolanya~ #1 brothership
