Part 6

193 51 2
                                        

Selamat membaca....

Setelah selesai menyelesaikan makan, keempat gadis itu bergegas pulang apalagi hari sudah semakin larut. Queen mengantar Ley terlebih dahulu sebelum mengantar Abil dan Karin. Ley harus diprioritaskan jika tidak bisa-bisa gadis itu akan kabur.

Mobil Queen berhenti di depan komplek perumahan Ley. Ley turun dari mobil sementara Queen, Abil, dan Karin hanya melambai dari jendela mobil.

"Makasih," ucap Ley.

"Sama-sama, mulai sekarang lo pulang sama kita terus, oke?" tawar Queen.

"Nggak usah, lagian gue bisa pulang sendiri," tolak Ley.

"Ayolah, Ley. Lagian mobil gue terlalu kosong kalo cuma diisi sama mereka," tunjuk Queen pada Abil dan Karin.

Karin dan Abil memutar bola matanya malas, sudah terbiasa mendengar ucapan Queen yang tak enak didengar.

"Gue nggak mau ngerepotin," ucap Ley lagi.

"Gue nggak ngerasa direpotin kok!"

"Kalo gitu buka jasa taksi online aja, sekalian sampingan," celetuk Karin meledek, sementara Abil ikut tertawa usil.

"Diem lo berdua! Enak aja mobil mahal dijadiin taksi online," kesal Queen, gadis itu kembali menatap Ley. "Mau yah?"

Ley menatap Queen dalam diam, antara kasihan dan merasa lucu dengan tingkah temannya yang satu itu. Queen itu anak orang kaya, ia bisa mencari teman yang istilahnya satu kasta dengannya. Tapi gadis itu terlihat santai saja berteman dengan siapapun.

Bahkan kesan pertama yang Ley lihat dari ketiga gadis itu adalah kekompakan mereka. Meskipun Queen dan Karin sering ribut, nyatanya ketiganya bisa berteman akrab dan masih dengan sabar menghadapi sikapnya. Ley sendiri memang tak bisa memahami mereka sepenuhnya tapi ia merasa nyaman berada di dekat ketiganya.

Ley tersenyum tipis, ia tak menjawab pertanyaan Queen. Gadis itu memilih berbalik, melambai sekilas ke arah ketiganya kemudian masuk ke dalam komplek perumahan.

"Gue duluan."

*****

Hari Jumat ini SMA Nusantara diliburkan karena kejadian antara pak Zafran dan Andre yang menyebar di lingkungan sekolah. Belum lagi postingan dari para siswa digrup sekolah mereka yang ramai membicarakan kejadian itu.

Pihak sekolah sengaja meliburkan siswanya agar beritanya tidak sampai menyebar keluar sekolah. Citra SMA Nusantara terkenal dengan sekolab elite dengan segudang prestasi, jika masalah ini sampai terdengar ke luar sekolah maka akan

Pagi ini Ley berencana untuk membantu neneknya selagi sekolah diliburkan, ia membuka toko bunga dan menata beberapa bunga untuk diletakan diluar toko. Neneknya sibuk merangkai bunga didalam sejak tadi, jadi Ley menyusun sendiri bunga dibagian luar.

"Ley, nenek boleh minta tolong?"

Suara neneknya mengintrupsi kegiatan Ley, gadis itu berjalan masuk ke dalam toko menemui neneknya.

"Minta tolong apa?" tanya Ley.

"Anterin bunga mawar ini, itu alamatnya ada dimeja sudah nenek siapin," ucap wanita paruh baya itu, Ley menoleh menatap rangkaian bunga mawar dan secarik kertas di atas meja. "Sama sekalian kamu nanti mampir ke toko bibit tanaman di dekat alun-alun kota yah?"

Ley mengangguk pelan, gadis itu meletakkan beberapa bunga ditangannya kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil jaket. Setelah itu kembali keluar, mengambil bunga, secarik kertas dan beberapa lembar uang yang memang disiapkan oleh neneknya.

Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang