Part 28

130 43 3
                                        

Selamat membaca....

Pagi ini Ley keluar lebih awal dari rumah paman dan bibinya. Kakak sepupunya, Leo sudah pergi sejak subuh karena ada urusan yang harus diselesaikan. Paman dan bibinya juga berkata bahwa mereka akan ada urusan, jadi Ley keluar lebih awal agar tidak merepotkan mereka. Meskipun ia sudah merasa sangat merepotkan mereka karena tinggal disana.

Tangannya membenarkan kupluk jaketnya seperti biasa, lalu ia memasang earphone ditelinganya. Ia berniat berjalan kaki ke halte bus dekat kompleks rumah paman dan bibinya. Untungnya pagi ini tidak turun hujan dan cuacanya juga tidak cukup terik, jadi Ley bisa berjalan santai ke halte.

Setelah tiba di halte Ley memilih duduk disalah satu kursi halte. Pandangannya menatap sekeliling halte yang mulai ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang untuk memulai hari mereka.

Pandangan Ley tertuju pada seorang ibu yang tengah menggandeng anaknya di sisi halte. Untuk beberapa saat Ley hanya menatap datar, sampai detik berikutnya Ley memilih mengalihkan pandangannya. Ia memilih menatap kosong jalanan yang mulai padat oleh kendaraan.

"Ley!"

Gadis itu menolehkan kepalanya saat mendengar namanya dipanggil. Abil melambai dari jendela mobil Queen sembari tersenyum cerah ke arahnya.

"Sini!" teriak gadis itu lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sini!" teriak gadis itu lagi.

Ley berdiri dari duduknya kemudian berjalan mendekat sembari melepas salah satu earphone-nya.

"Cepet naik, kita bareng aja," ajak Queen.

Ley mengangguk setuju, gadis itu membuka pintu belakang mobil Queen kemudian duduk disamping Abil. Tapi belum sempat Ley benar-benar akan duduk, gadis itu sudah berniat bangkit dan keluar dari mobil.

"Heh? Mau kemana?" bingung Karin melihat Ley yang berniat turun dari mobil.

"Berisik," sarkas Ley.

Ketiganya saling pandang kemudian tersenyum. Mereka paham kenapa Ley enggan masuk ke dalam mobil Queen. Itu karena didalam mobil hanya terdengar lagu korea, sementara Ley sudah tau kelakuan ketiganya jika memutar lagu korea akan seperti apa.

"Ayo dong, Ley. Janji nggak akan teriak-teriak," bujuk Queen.

"Nggak yakin gue," ucap Ley tak percaya.

"Ck, udah bareng aja daripada nanti lo kesiangan," ucap Abil, gadis itu bergegas kembali menarik Ley masuk.

Mau tak mau Ley menurut dan bergegas kembali memakai earphone-nya. Sementara ketiga temannya justru menertawakan Ley. Ley memilih mengalihkan pandangannya, malas meladeni kelakuan teman-temannya.

*****

Mobil Queen tiba di parkiran SMA Nusantara, Ley, Abil, Karin dan Queen turun dari mobil. Ley melepas earphone dan kupluknya lalu berjalan disamping Karin.

Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang