Part 33

129 42 4
                                        

Selamat membaca....

Pengumuman kelompok penilaian kinerja kelas XI sedang menjadi topik utama di SMA Nusantara. Seluruh siswanya sibuk membicarakan pembagian kelompok masing-masing. Termasuk membahas tingkat kepopuleran kelompok mereka nantinya.

Tentu saja kelompok Ley tak akan lepas dari perbincangan. Apalagi kombinasi kelompok mereka benar-benar diluar ekspektasi. Andre dan Kevin yang tak pernah sependapat justru sekarang berada dalam satu kelompok.

Ley dan teman-temannya yang baru saja menghabiskan waktu istirahat bergegas kembali ke dalam kelasnya. Tapi sepertinya topik itu juga cukup berpengaruh didalam kelas mereka. Tatapan sinis langsung menyambut keempatnya saat baru saja memasuki ruangan itu.

"Enak yah jadi anak orang kaya, bisa semena-mena!"

Queen yang tadinya tak ingin peduli akhirnya tak tahan saat mendengar ucapan salah satu teman kelasnya. Gadis itu melangkah cepat kearah temannya, sementara Abil mendesah berat karena tak segera menahan Queen.

"Kenapa? Lo iri?" ucap Queen menantang.

"Ge'er banget sih, siapa juga yang ngomongin lo!"

"Ya-iyalah, kan bokap gue kaya!"

"Udah Queen," lerai Abil, gadis itu menarik pelan tangan Queen.

"Diem! Gue kasih liat gimana yang namanya semena-mena," ketus Queen, gadis itu mengambil handphone-nya.

Karin menatap pergerakan Queen disamping Ley, ekspresinya terlihat datar sama seperti Ley.

"Dia pasti bakal nelpon bokapnya," celetuk Karin.

Ley menoleh menatap Karin seolah bertanya, Karin ikut menoleh menatap Ley.

"Masalahnya bakal gawat, Queen nggak pernah main-main kalo ngancem orang."

Ley terdiam, untuk beberapa saat pikirannya kosong. Sebelum kemudian gadis itu berjalan cepat ke arah Queen dan menahan apa yang akan gadis itu lakukan. Queen menoleh menatap Ley tak terima, raut gadis itu terlihat sudah sangat marah.

"Jangan," ucap Ley sembari menggelengkan kepalanya pelan.

Ley tak ingin memperbesar masalah ini, ia tak ingin Andre atau siapapun mendengar masalah ini. Terutama paman dan bibirnya, ia tak mau membuat keduanya kerepotan karena ulahnya.

"Mereka udah keterlaluan, Ley!" ucap Queen tak terima.

"Nggak papa, kalo cuma ini gue masih baik-baik aja."

Queen mengangguk pasrah, gadis itu hanya menatap tajam teman sekelasnya kemudian kembali ke tempat duduknya. Begitu pula dengan Ley, Abil dan Karin. Sementara siswa yang lain didalam kelas juga memilih diam, meski masih ada beberapa diantara mereka yang dengan sengaja membicarakan Ley dan teman-temannya.

Ley menghela nafas pelan sembari berjalan santai menuju kursinya. Gadis itu menarik pelan kursinya, sampai detik berikutnya cairan kotor keluar dari laci tempat duduknya yang memamg ditahan oleh kepala kursi. Kejadian itu jelas tak luput dari setiap mata didalam kelas karena memang salah satu diantara mereka pasti pelakunya.

Ley masih terdiam di tempatnya, gadis itu menatap sepatunya yang basah karena terkena cipratan. Ley merogoh kedalam lacinya, gadis itu ingat ia menyimpan beberapa buku dan juga buku pemberian Andre disana.

Brukk

Suara benda berjatuhan membuat seluruh siswa kompak menatap Ley. Gadis itu memang sengaja menarik kasar semua benda didalam lacinya. Ekspresi Ley masih datar seperti biasanya, entah karena terlalu marah atau tak peduli tapi Ley hanya terdiam.

Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang