(Follow sebelum membaca)
*****
Kehidupan Ley yang penuh dengan bayang-bayang kematian kedua orang tuanya membuat gadis itu tumbuh menjadi sosok misterius penuh rahasia.
Hingga suatu hari pertemuannya dengan laki-laki tampan pembuat onar bernama An...
"Jadi pacar gue dan gue janji bakal ada disamping lo."
Ucapan Andre mampu membuat Ley terdiam cukup lama. Mendengarnya saja membuat gadis itu merasa tenang, apalagi jika hal itu benar-benar terjadi. Tapi tetap saja Ley masih ragu untuk menjawabnya meski jawaban itu sudah ada tepat di depannya.
"Ley?" panggil Andre.
Laki-laki itu mulai dibuat khawatir, apalagi reaksi gadis itu benar-benar tak bisa ditebak. Melihat gadis itu masih diam di tempatnya, Andre bergegas menghampiri gadis itu. Ia menepuk pelan bahu Ley, mencoba menyadarkan gadis itu.
Ley mendongak menatap wajah Andre yang terlihat tenang. Bahkan laki-laki itu tak terlihat kesal padanya, padahal jelas-jelas selama ini ia selalu mengacuhkan laki-laki itu.
"Kenapa lo nggak pernah marah sama gue?" tanya Ley, gadis itu belum mengalihkan pandangannya dari Andre.
Andre menatap Ley dengan kening berkerut sampai detik berikutnya tangan laki-laki itu terulur untuk mencubit pelan hidung Ley.
"Kalo nanya yang bener," peringat laki-laki itu.
"Cuma mau pastiin aja, lo bakal marah atau nggak."
Keduanya sama-sama terdiam, Ley yang sibuk dengan pikirannya sendiri dan Andre yang sedang mencoba menebak isi pikiran gadis itu. Tangan Andre terulur meraih tangan Ley kemudian menggenggamnya.
"Be mine?"
Pertanyaan Andre yang kesekian kalinya akhirnya disambut anggukan oleh Ley. Gadis itu mengangguk pelan dengan seulas senyum manis diwajah cantiknya.
"Iya?" tanya Andre berusaha memastikan.
Ley kembali mengangguk, bahkan terlihat lebih yakin daripada sebelumnya. Andre berbalik sembari bergumam 'yes' beberapa kali, kemudian kembali menatap Ley. Sementara Ley masih memperhatikan tingkah Andre, laki-laki itu terlihat menggemaskan saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi pacar yang baik yah," ucap Andre sembari mengusap pelan rambut Ley.
Ley kembali mengangguk, gadis itu benar-benar tak banyak berbicara. Lebih tepatnya ia kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan apa yang saat ini sedang ia rasakan. Perasaannya terlalu bahagia sampai-sampai ia tak tau harus berkata apa.
"Ayo turun!" ajak gadis itu setelah ia lebih banyak diam dan hanya memperhatikan Andre.
"Nanti aja," sahut laki-laki itu.
"Ck, bentar lagi bel. Nanti telat," ucap Ley.
Gadis itu melepas genggaman tangan Andre kemudian bergegas berbalik turun. Andre masih terdiam menatap pergerakan gadis itu dengan seluas senyum.