(Follow sebelum membaca)
*****
Kehidupan Ley yang penuh dengan bayang-bayang kematian kedua orang tuanya membuat gadis itu tumbuh menjadi sosok misterius penuh rahasia.
Hingga suatu hari pertemuannya dengan laki-laki tampan pembuat onar bernama An...
Ley duduk di bawah pohon di taman dekat pemakaman. Ia duduk sambil menatap pohon beringin besar ditengah taman, tatapannya kosong. Orang tuanya sudah meninggal dan hari ini neneknya meninggal. Mungkin ia akan kembali tinggal dengan paman dan bibinya seperti dulu.
Perlahan gadis itu memejamkan matanya, bayangan mengerikan itu kembali melintas. Kegelapan semakin membuatnya takut, terutama ketika wajah ayah, ibu, dan neneknya muncul. Ley memegang kepalanya, ia merasakan sakit dikepalanya sama saat setelah pemakaman ayah dan ibunya dulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak saat itu ia tak ingat suara ibunya lagi, ia takut hal itu akan terjadi dengan ingatan tentang neneknya. Ley memegang kepalanya kuat-kuat, air mata Ley ikut turun. Air mata yang ia tahan semalaman akhirnya turun, pikiran Ley kacau. Ia memasang kupluknya lalu menenggelamkan kepalanya pada lututnya yang ditekuk, sambil menahan isak tangisnya yang semakin kencang.
*****
Di SMA Angkasa pertandingan final antara SMA Angkasa dan SMA Nusantara segera dimulai. Andre masih menatap sekeliling, memastikan Ley datang dan memberinya semangat. Tapi Ley sama sekali tak datang. Andre dan timnya memasuki lapangan, begitu pula dengan tim lawan.
Pandangan Andre bertemu dengan salah satu anggota dari tim lawan. Salah satu orang yang dulu sangat dekat dengannya, tapi sekarang sudah sangat jauh. Laki-laki itu, Bagas Dewa Pangestu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orang yang sekarang menatapnya penuh kesombongan, entah kemana hilangnya semua rasa bersalah itu. Bahkan sampai detik ini kejadian itu masih berputar di kepala Andre. Tapi bisa-bisanya orang yang melakukan penghianatan itu terlihat baik-baik saja.
Flashback Dewa
Dewa, Andre, Bian, Justin, Hendry, Bobby, Ricky, Rendy, Kevan dan Rico dulunya berteman dekat, bahkan sangat dekat. Mereka sangat populer di SMA Nusantara, semua siswa tak berani dengan mereka.
Suatu hari mereka terlibat sebuah tawuran besar-besaran dan final terakhirnya adalah SMA Nusantara dan SMA Angkasa. Sebagai final terakhirnya SMA Angkasa meminta untuk mengadakan balapan motor dengan syarat hanya 2 orang yang dapat ikut. Dari SMA Nusantara mereka mengutus Andre dan Rico. Tapi tanpa mereka ketahui salah satu diantara mereka adalah kaki tangan dari SMA Angkasa.