Part 18

152 52 4
                                        

Selamat membaca....

Hari ini adalah final pertandingan basket antar SMA. Termasuk SMA Nusantara yang berhasil masuk final. Karena hal itu pula SMA Nusantara terlihat sibuk.

Pihak sekolah menyediakan kendaraan untuk siswa-siswi yang ingin ikut menonton. Sementara siswa yang ikut pertandingan sudah disiapkan sendiri. Hanya saja Andre dan teman-temannya memilih memakai kendaraan mereka masing-masing.

Seluruh siswa yang ikut sudah bersiap di lapangan utama SMA Nusantara. Termasuk Abil, Queen, dan Karin, ketiga gadis itu sudah bersiap. Ketiganya hanya tinggal menunggu kehadiran Ley kemudian masuk ke bus.

Tapi sudah hampir pukul 7 dan belum ada tanda-tanda Ley akan datang. Ketiganya tau Ley beberapa hari terakhir memang selalu datang terlambat. Tapi kali ini sudah terlalu lambat, bahkan gerbang sekolah sudah mulai ditutup.

"Duh, kok Ley masih belum dateng yah?" tanya Abil.

Seperti biasa gadis itu yang paling panik jika ada apa-apa.

"Bentar lagi kali, jam segini kan jalanan udah mulai macet," sahut Karin berusaha menghibur Abil.

"Inj udah jam 7, Rin. Masa iya Ley dari rumah siang banget?"

Queen melirik sekilas ke arah Abil dan Karin, sebebarnya ia juga mengkhawatirkan Ley. Tapi ia berusaha sebaik mungkin agar tak membuat kedua temannya semakin panik.

"Udah, santai aja! Ley pasti dateng, kan ketua tim basketnya sendiri yang ngajak," ucap Queen.

"Oh iya, Andre juga belum dateng. Mungkin mereka bareng?" tebak Karin.

Queen mengangguk-anggukan kepalanya, seolah membuat kedua temannya percaya padanya. Tapi belum ada 5 menit Queen berucap motor Andre sudah tiba di sana. Laki-laki itu datang sendiri, tak ada Ley atau siapapun di atas motor itu selain Andre.

"Kok nggak ada?" tanya Abil semakin panik.

"Tenang-tenang, Bil. Ley kan emang suka nolak, pasti dia milih jalan sendiri daripada bonceng Andre," ucap Queen kembali mencoba menenangkan Abil.

"Semuanya cepat kumpul, sebentar lagi kita berangkat!"

Ketiga gadis itu kompak menoleh ke arah sumber suara. Mereka mulai panik karena Ley bahkan belum datang ke sana. Satu persatu siswa mulai naik ke dalam bus, sementara Andre dan teman-temannya sudah pergi lebih dulu.

"Kalian kenapa masih di sini?"

Ketiganya kembali menoleh mendapati pak Anton tengah menatap mereka bingung.

"Itu pak, temen kita satu lagi belum dateng. Gimana yah?" tanya Abil bingung.

"Loh? Kalo jam segini belum dateng, ya berarti emang nggak masuk kan?"

"Enggak, Pak. Dari kemarin juga dia masuk kok," ucap Karin.

"Kalian udah coba hubungi?"

"Udah, Pak."

Pak Anton terlihat berpikir, laki-laki paruh baya itu menatap sekeliling sebelum akhirnya mendapat ide.

"Gini aja, kalian masuk dulu. Biar nanti temen kalian nyusul sama bapak," ucap Pak Anton.

"Beneran nggak papa, Pak?" tanya Queen memastikan.

"Iya, bapak tunggu lagi 15 menit. Kalo dia nggak dateng juga terpaksa harus ditinggal."

Ketiga gadis itu mengangguk setuju, kemudian satu persatu masuk ke dalam bus. Akhirnya bus itu melaju meninggalkan SMA Nusantara menuju SMA Angkasa.

Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang