Part 17

142 48 0
                                        

Selamat membaca....

Ley datang sedikit terlambat pagi ini, neneknya dalam kondisi kurang baik pagi ini. Tadinya ia berniat tak masuk ke sekolah dan menemani wanita paruh baya itu. Tapi neneknya justru menyuruhnya datang ke sekolah dan tak perlu mengkhawatirkannya.

Ley melewati koridor sekolah yang sudah sepi, sebagian siswa memang masih berkumpul di lapangan. Tapi Ley memang tak suka berada di sana terutama dengan semua sorak-sorai di sana. Lebih baik ia duduk diam di dalam kelas atau mengerjakan tugas yang biasanya ditinggalkan guru.

Ley menghentikan langkahnya ditangga menuju lantai dua. Pandangan gadis itu bertemu dengan tatapan Aila, gadis cantik itu masih memakai almameter anggota osis dengan bangga. Sementara Ley hanya menatapnya sekilas kemudian mengalihkan perhatiannya.

"Besok datang lebih pagi," ucap Aila sembari melirik sekilas ke arah Ley.

"Gue usahain," sahut Ley tak mau memperpanjang.

Ley melanjutkan langkahnya kemudian membuka pintu kelasnya dengan perasaan tak enak. Tapi tatapan Abil, Queen, dan Karin lebih dulu menangkap tingkahnya. Ketiganya tengah menatap ke arah ya dengan raut bingung.

"Kenapa Ley?" tanya Abil, Ley menggeleng pelan kemudian menaruh tasnya.

"Nggak papa," sahut Ley.

"Gila! Ganteng banget, pacar gue Lee Jeno!!" teriak Abil gemas.

"Apaan sih, itu Haechan lebih cakep ya ampun!!!" tambah Karin.

"Dih! Nana dong!" protes Queen, kemudian gadis itu mengubah posisi laptopnya. "Habis ini Straykidz ya? Gue mau lihat Hyunjin sama Felix!"

Ley menghela nafasnya pelan, ia tak tau apa yang diributkan ketiga temannya itu. Entahlah Lee Jeno, Haechan, atau Nana yang disebut oleh mereka itu siapa pun Ley tak paham.

"Lo nggak nonton Ley?" tanya Queen.

"Nonton apa?" tanya Ley.

"Seleksi di lapangan, gue denger Andre minta ditemenin," goda Queen.

Ley memalingkan wajahnya, firasatnya bilang ia akan jadi bahan ledekan oleh ketiga temannya.

"Oh, jadi sekarang Andre lagi cari pawang," tambah Karin.

"Pinter yah Andre carinya, biar nggak susah kalo mau triple date," ucap Abil.

"Kok triple?" bingung Queen.

"Iya dong, kan gue sama Bian, lo sama Justin, Ley sama Andre."

"Karin sama siapa?" ledek Queen.

Kari  memutar bola matanya malas, pasti ujung-ujungnya ia juga yang akan jadi bahan ledekan.

"Sindir aja terus, ngomonginnya Ley. Gue juga yang kena," kesal Karin.

"Ya udah, sih Rin. Tinggal pilih Kevan atau Hendry?"

"Gue lebih suka Haechan! Puas!"

Abil dan Queen kembali tertawa, sementara Ley memilih mengalihkan perhatiannya. Gadis itu menatap keluar jendela, lapangan utama masih terlihat ramai. Namun diantara keramaian itu Ley masih bisa melihat Andre.

Entah kenapa laki-laki itu selalu terlihat mencolok meskipun tak melakukan apa-apa. Seperti yang Ley lihat sekarang, Andre sedang mengikat tali sepatunya tapi hal itu justru menjadi daya tarik tersendiri.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang