Part 21

142 49 4
                                        

Selamat membaca....

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 6.30, Ley masih duduk di kamarnya. Gadis itu terus bergulat dengan pikirannya, bagian dalam dirinya terlalu takut untuk datang ke sekolah. Tapi di sisi lain ia tak mau terus menyusahkan paman dan bibinya.

Pintu kamarnya diketuk, Ley menoleh melihat kakak sepupunya tengah melihatnya lewat sela-sela pintu yang terbuka.

"Jadi berangkat, nggak?" tanya laki-laki itu.

Ley mengangguk pelan, gadis itu bangun dari duduknya kemudian menghampiri kakaknya. Gadis itu mengekor di belakang Leo sembari sesekali melirik handphonenya yang bergetar.

"Nggak diangkat?" tanya Leo.

Laki-laki itu sedang memanaskan motornya tapi laki-laki itu sadar bahwa sejak tadi adiknya bertingkat aneh.

"Nggak penting," sahut Ley.

Leo menoleh, ia sudah selesai dengan kegiatannya barusan laki-laki itu bergegas memakai helmnya. Ia menatap Ley sekilas yang masih menatap benda pilih itu.

"Ayo, Ley!"

Ley bangun dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Leo. Motor Leo akhirnya melaju meninggalkan rumah itu menuju SMA Nusantara.

*****

Ley tiba di SMA Nusantara 15 menit sebelum bel masuk berbunyi. Gadis itu masuk ke dalam sekolah dengan berat hati. Ia jelas masih belum siap untuk kembali datang ke sekolahnya, hanya saja berada di rumah terus menerus hanya akan merepotkan paman dan bibinya.

Sepanjang koridor yang ia lalui, tak banyak yang berubah. Semuanya masih sama, pemandangan sekolah di pagi hari yang beberapa hari yang lalu tak ia rasakan. Mungkin hanya suasana hatinya yang sedang tak bagus hari ini.

"Ley!"

Ley menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Abil, Queen, dan Karin tengah berjalan di belakangnya. Ketiga gadis itu menatap Ley seolah terkejut, detik berikutnya tubuh Ley nyaris terhubung ke belakang karena pelukan Abil yang tiba-tiba.

"Gue kangen sama lo," ucap Abil sembari memeluk erat tubuh Ley.

Queen dan Karin berjalan mendekat ke arah Ley dan Abil. Keduanya terlihat tersenyum lega melihat Ley datang ke sekolah.

"Akhirnya lo masuk lagi," ucap Karin.

Ley hanya menatap ketiganya, ada perasaan senang dengan sambutan ketiganya. Tapi di sisi lain perasaannya benar-benar dalam kondisi buruk. Ia masih belum baik-baik saja.

"Lo jangan ngilang-ngilang lagi, Ley. Gue khawatir tau," ucap Abil sembari melepas pelukanya.

Ley masih tak merespon ucapan Abil, gadis itu masih terdiam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ley masih tak merespon ucapan Abil, gadis itu masih terdiam.

"Ya udah, ayo ke kelas!" ajak Queen.

Who Are You? ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang