Arka dan Nara pergi kesuatu tempat yang sepi, mudah untuk mereka melakukan aksinya, sebenarnya Nara hanya ingin mengobrol,akan tetapi Arka sudah memberinya pisau dan terjawablah pertanyaannya.
"Gue kasih dua pilihan deh karna gue lagi boring.Mau ngobrol aja atau lecet bareng?"Ujar ArkaNara tersenyum,"Gue gak mau nyari keributan disini"
"Oke mau ngobrolin apa?"
"Merah ato putih?"
"Putih"Jawabnya spontan
"Pisau dapur,Pisau buah?"
"Pisau buah"Spontannya lagi
Nara menatap mata Arka serius,"Hm?udah berapa orang yang lo bunuh?"
Arka terkekeh,"Astaga,intinya aja kali ra dari tadi.Ya gue yang ada dipikiran lo.Mungkin sekitar 72 orang?"
"Lo,kenal Afandi Argenio?"
Arka berfikir sebentar,"Pembunuh kelas kakap yang belum pernah ketahuan polisi?"
"Mungkin,gue baru kenal sih"
"Ra kok lo gemesin sih,gue buat tanda kepemilikan boleh kan?"Menyingkirkan rambut Nara hingga pundaknya terpampang jelas
"A-arka"Wajah Arka mendekat kearah leher Nara dan
Srekk,Satu sayatan membuat darah mengalir dari tengkuk Nara.
"Selesai"Ucapnya,tersenyum kearah Nara
Nara berjalan duluan meninggalkan Arka,"Buru balik"Teriaknya
Arka hanya terkekeh dan berjalan santai dibelakang Nara,dengan membersihkan pisaunya yang sedikit terkena noda dari tubuh Nara.'Sakit?iya rasanya sakit banget,tapi itu dulu, sekarang rasa sakit itu bahkan gak kerasa lagi' Gumamnya.
"Ra,apanya yang lecet ra?"Tanya Raka,saat Nara memasuki ruangan itu lagi"Ngga ada kok rak,apaan sih hehe"Sahut Nara
"Woe laper,beli makan gih"Ucap Arka memasuki ruangan itu
"Laper terus lo mah,buruan beli laper nih" Ucap Nando
"Dih ikut ikutan"Timpal Arka
'Tenang.Sifatnya tenang banget kaya gapernah bunuh orang aja lo,dih dasar Psychopath gila!tapi kalo dipikir masih gilaan Om Fandi sih.Ah udahlah!'
"Ra,kok bengong?laper juga?"Tanya Raka
Nara sedikit terkejut,"Eh,e-enggak kok kak.Haus doang,hehe"
"Yaudah yuk keluar"Ajak Raka
Drrrttttt....drrrttt...
Ponsel Nara bergetar,menandakan ada seorang yang menelponnya.
"Bentar kak"Ucapnya,merogoh slingbag miliknya dan mengeluarkan ponselnya
Telepon tersambung
"Halo Gas?"Ucap Nara mengawali pembicaraan"...."
"Gue lagi di UI nih"
"...."
"Iya deh iya"
"...."
"Oke"
Telepon terputus
Nara kembali memasukkan ponselnya ke slingbagnya,"Aduh kak,gue harus balik"
"Bagas dirumah lo?"Tanya Raka dengan raut wajah tak suka
KAMU SEDANG MEMBACA
BAGAS[COMPLETED]
Teen FictionSeorang lelaki tampan,yang memperjuangkan cintanya pada seorang gadis cantik.Nara,nama gadis itu adalah Nara.Nara tak bisa berpindah hati semenjak menyukai Raka,tetangga barunya.Lelaki itu terus menerus mencari celah agar dapat menerobos masuk kedal...