RAGA | 32

427K 30.5K 2.2K
                                    

Hari ini adalah hari senin, hari dimana siswa dan siswi kelas 12 SMA Scorpio harus datang ke lapangan yang ada disamping sekolahan karena ada pembahasan soal-soal kelas 12.

Sangat disayangkan sekali jika materi-materi yang seharusnya dibelajari oleh siswa-siswi kelas 12 tidak dibahas. Lagipula, mereka murid kelas 12, yang berarti hanya beberapa langkah lagi mereka akan ujian nasional dan lulus-lulusan.

Meisya pun setuju akan hal itu, karena ia tidak ingin tertinggal mata pelajaran. Dan bulan depan pun ia sudah memasuki tryout pertama untuk ujian kelulusannya. Ada beberapa siswa dan siswi yang tidak senang karena menurut mereka akibat insiden kebakaran itu mereka mendapatkan liburan panjang. Meisya tak habis pikir dengan siswa-siswi itu.

Kini Meisya, Affa dan Karlina sudah ada di lapangan samping sekolah. Ketiga gadis cantik itu baru saja sampai disana. Meisya terlihat tengah memakan camilannya seraya membaca buku yang ada ditangannya.

“Tapi lumayan sih, itu gedung sekolah cepet banget mau beresnya. Dalam waktu seminggu, gila, daebak!” pekik Karlina senang.

Meisya manggut-manggut. “Iyalah, biar gak belajar disini terus. Gak konsen, berisik.”

“Yaudah, yuk kita kesana. Itu kayanya anak kelasan kita deh.” ucap Affa, Meisya dan Karlina pun mengangguk setuju. Mereka bertiga pun berjalan menuju segerombolan anak-anak kelas IPA 5.

“Eh, Meisya, baru dateng?” sapa Irfan.

Meisya tersenyum, lalu menggeleng. “Udah daritadi kok Fan.” jawab gadis itu.

“Nih, absen dulu.” ucap Irfan seraya memberikan selembar kertas dan pulpen kepada Meisya. Meisya pun menerimanya seraya tanda tangan dikertas tersebut. Setelah setelah, ia memberikannya kepada Affa dan Karlina.

Ting!

Raga A : Nanti mau dijemput gak?

Meisya A : Jemput kemana?

Raga A : Bukannya kamu sekolah hari ini?

Meisya A : Ah ya, boleh

Raga A : Nanti pulang ngampus aku kesana

Entah mengapa, ada sedikit perubahan dari sifat Raga. Cowok itu yang biasanya suka bergurau via chat, kini yang dirasakan oleh Meisya cowok itu biasa saja, alias flat.

Ada beberapa asumsi yang Meisya pikirkan. Yang pertama, mungkin saja Raga tengah lelah. Atau cowok itu baru saja bangun untuk berangkat ke kampus?

Yang kedua, mungkin saja Raga tengah berada dijalan. Maka dari itu, ia tidak sempat berlaku seperti biasanya setiap berkomunikasi dengan Meisya.

Yang ketiga, Raga masih marah. Karena apa? yang pasti karena kejadian dirumah sakit itu. Dan bisa jadi, pikirannya diracuni oleh Paula. Secara, Paula pintar sekali berbicara. Tetapi, yang seharusnya marah bukankah Meisya? Ah Meisya terlalu pusing memikirkan hal ini.

Niat Meisya setelah sepulang sekolah ini ia ingin pergi ke rumah sakit untuk bergantian menjaga sang nenek. Ya, Wina masuk rumah sakit. Meisya tidak terlalu terkejut, karena memang penyakit neneknya ini juga karena faktor usia.

Pelajaran pun sudah selesai, Meisya pun segera merapihkan alat tulisnya dan dimasukkannya ke dalam tas. Gadis itu mencepol rambutnya asal, anak rambutnya banyak yang tidak ikut, ia menggigit ponselnya dan kedua tangannya sibuk memasukkan barang. Setelah selesai, dimasukkannya ponselnya ke dalam tasnya. Karena seragam hari ini tidak ada kantung.

Bagaimana sistem belajar mereka? Hanya memakai bawahan karpet dan meja kecil yang dibeli oleh sekolah. Lapangan cukup luas, dan cukup untuk 6 kelas.

RAGA [completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang