CHAPTER 41

7 1 0
                                        

Perasaan hangat dan nyaman perlahan merayapinya. Bau rumput yang segar tercium dibawah hidungnya. Kedua tangannya merasakan rumput yang halus dan empuk dibawahnya. Perlahan dia mulai merasakan dia tengah tidur tertelungkup dan sisi wajahnya tergelitik rumput yang bergoyang pelan tertiup angin. Dia juga merasakan poninya menggelitik kelopak matanya ketika desiran angin lembut menyapu wajahnya. Semua itu membuatnya nyaman dan hampir tidak mau beranjak tapi rasa penasaran dalam hatinya tampaknya lebih kuat karena dia belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Merasa tenang, ringan dan damai.

Perlahan Mike membuka kedua matanya perlahan bangun dan duduk. Dia melihat sekelilingnya, hamparan rumput yang luas dan hijau yang terdapat bunga - bunga Coreopsis berwarna kuning cerah yang tumbuh dibeberapa tempat. Hamparan rumput ini sangat luas atau bahkan mungkin tanpa akhir yang bisa dilihat digaris horizon. Tak ada pohon yang tumbuh di hamparan rumput tersebut seluas mata memandang. Langit diatasnya berwarna biru cerah dengan awan - awan putih yang cantik yang terpantul sinar matahari tapi dia tak bisa melihat dimana mataharinya.

Dimana ini? 

Dia bangun dan berdiri. Dia menatap kedua tangannya dan memperhatikan seluruh tubuhnya. Tak ada yang aneh, tak ada luka atau apapun itu, hanya saja dia tidak memakai sepatu. Rumput dibawah kakinya serasa menggelitik telapak kakinya. Dia masih memakai pakaian terakhir yang dia pakai saat keluar dari rumah sakit. Kaos lengan panjang warna misty grey dengan tulisan Genre is Dead di bagian dada.

Keluar dari rumah sakit?

Dia ingat sekarang. Dia ingat apa yang terjadi sebelumnya. Dia ingat dia keluar dari rumah sakit dan tertidur dimobil Brad lalu dia terbangun disini. Dia teringat bahwa iblis yang disebut Der Kreuzer merasuki tubuhnya. Dia ingat dia tidur berjalan dan melukai orang lain. Dia ingat semuanya tapi kenapa dia ada disini? Lalu apakah iblis itu masih ada didalam tubuhnya? Tapi dia tidak merasakan itu, dia merasa seolah - olah tak ada lagi beban yang menghantuinya atau serasa seperti...entahlah, dia bahkan tak bisa mengungkapkannya.

Mike berjalan dan merasakan rumput yang halus dibawah kakinya, dia mengedarkan pandangan kesekeliling, dia mencari sesuatu selain rumput dan bunga yang ada disitu, karena dihamparan rumput yang luas ini dia tak melihat ada orang lain. Tak mungkin hanya dia sendiri disini. Lagipula dia dimana? Apakah masih di Dusseldorf? Seingat dia di Dusseldorf sedang musim gugur namun sekarang keadaan disekitarnya seperti sedang musim semi. Apakah dia terteleportasi ke negara lain? atau malah ke dunia lain? Kenapa tak ada orang lain disini?

"Brad..." panggil Mike. Karena Brad adalah orang terakhir yang dia temui sebelum dia terteleportasi ke sini dan dialah orang yang paling dekat dengannya saat ini, itulah kenapa dia memanggilnya. Tak ada jawaban.

"Brad" Mike memanggil lagi tapi dia yakin tak akan ada yang menjawabnya. Mike berlari menyusuri lapangan rumput yang tak ada habisnya itu namun tak ada siapapun yang bisa dia temui. Tiba - tiba dia seperti menyadari sesuatu, sesuatu yang benar adanya jika dihubungkan dengan semua ini, bahkan membuat kakinya lemas dan dia merosot duduk dihamparan rumput. Menyadari sesuatu ini membuat dadanya sesak dan tenggorokannya serasa tercekat, dia merasakan airmatanya keluar dari matanya dan mengalir dipipinya. Dia menangis sekeras - kerasnya seperti a lost child. Dia melampiaskan emosi dan perasaannya dengan menangis sekeras mungkin lagipula tak akan ada orang yang melihatnya disini.

"Please don't cry, aku benci jika melihatmu sedih." suara seseorang terdengar dibelakangnya.

 Mike kaget mendengar ada yang bicara dibelakangnya dan sepertinya dia kenal suara itu. Dia menghentikan tangisannya sehingga membuatnya cegukan, dia mengelap air matanya dengan lengan bajunya lalu dia menoleh kebelakang. Dia terbelalak melihat seseorang tersebut.

"Jason..." teriak Mike. Dia tak percaya adiknya berdiri dihadapannya dengan senyumannya yang hangat, wajahnya yang tenang dan terlihat lebih segar dari yang terakhir dia ingat. "Why you..." dia tak sanggup melanjutkannya karena dia teringat kembali apa yang membuatnya menangis keras tadi, dia berkata dengan gemetaran, "Am i...dead?"

Der Kreuzer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang