Chap 5 - Our Fate (1)

796 85 16
                                        

- Definitely Yours -

Ruang Emergency Rumah Sakit Seoul terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebuah kecelakaan beruntun telah terjadi beberapa jam yang lalu dan hampir seluruh pasien dilarikan ke rumah sakit terbesar di Seoul itu. Semua dokter yang sedang cuti dan tidak bertugas kembali dipanggil untuk membantu menangani para korban, termasuk salah satunya adalah Jeon Somi.

Somi seharusnya sedang berada di acara Gala Dinner SM Apparel, menemani Jaemin yang berniat memperkenalkannya pada publik malam ini. Namun nyatanya saat ini ia justru berlarian kesana kemari di ruang emergency, menerima dan memeriksa pasien yang terus berdatangan. Entah kecelakaan sebesar apa yang terjadi hingga memakan banyak korban jiwa dan bahkan menurut kabar yang beredar, evakuasi di lokasi kejadian belum berakhir sehingga kemungkinan besar masih banyak korban yang akan terus berdatangan.

"Dokter Jeon, apa yang kau lakukan disana? Ada pasien baru yang datang!"

Teriakan lantang dari salah satu dokter seniornya membuat Somi terjaga dari lamunannya. Ia segera mengendalikan dirinya dan menghampiri pasien yang baru saja tiba. "Letakkan di ranjang nomor sebelas." Perintahnya pada petugas yang membawa pasien itu.

Somi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sambil berusaha memfokuskan pikirannya untuk menolong pasiennya. Ia berusaha keras menyingkirkan pikiran-pikiran buruknya. Ekspresi wajah penuh kekecewaan dari Jaemin saat ia meninggalkannya dan juga kedatangan Seo Herin yang menarik perhatian semua orang.

.

.

.

Choi Jaemin turun dari podium setelah menyelesaikan pidato singkatnya di acara Gala Dinner SM Apparel yang dihadiri oleh hampir seluruh pihak yang berkaitan dengan bisnis baru SM Group itu. Ia mengamati meja-meja terdepan dimana keluarganya duduk di kursi mereka masing-masing, tersenyum dan menatap bangga padanya. Tahun demi tahun berlalu dan keluarganya tidak pernah sekalipun tidak menunjukkan kebanggaan mereka terhadap pencapaiannya sejauh ini.

Seharusnya malam ini akan menjadi malam yang semakin lengkap jika saja Somi juga ada diantara keluarganya, tersenyum dan menatapnya bangga seperti yang dilakukan keluarganya. Namun sayangnya lagi-lagi ia harus menerima dikalahkan oleh para pasien di rumah sakit yang tidak pernah ada habisnya.

"Incredible speech." Puji Herin begitu Jaemin kembali duduk di sampingnya.

Jaemin tersenyum tipis dan mengedipkan sebelah matanya. "Thank you."

Herin terkekeh dan memukul bahu Jaemin dengan geram. Bisa-bisanya pria itu mengedipkan mata padanya sementara banyak mata sedang menatap mereka dengan senyum penuh arti. "Bayangkan jika tadi kau melakukan pidato masih dengan suasana hati seburuk satu jam yang lalu." Bisiknya sambil mencondongkan tubuhnya pada Jaemin.

"Sepertinya aku harus berterimakasih padamu. Leluconmu sangat membantu mengembalikan suasana hatiku." Balas Jaemin yang secara alami juga mencondongkan tubuhnya pada Herin sehingga mereka terlihat sangat dekat.

Dalam beberapa jam berikutnya, Jaemin ditemani oleh Herin berkeliling menyapa hampir semua orang yang hadir. Keduanya terlihat sangat serasi saat berjalan berdampingan. Jaemin yang tampan dan berkharisma ditemani oleh Herin yang mempesona.

"Jaemin, kau sudah menghubungi Somi ?" Tanya Herin saat mereka berada di dalam mobil yang melaju menuju ke apartemen tempat Herin tinggal.

"Belum. Dia pasti masih sibuk dengan pasiennya." Jawab Jaemin ringan.

"Setidaknya kirim pesan untuknya." Ujar Herin menyarankan.

"Hm." Jaemin menggumam pelan sambil melepas dasi yang melilit lehernya. Ia lalu menyandarkan punggungnya di sandaran mobil dan menutup matanya.

Definitely YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang