- Definitely Yours -
Jeon Somi memasuki aula pemakaman yang masih berada dalam satu kompleks dengan rumah sakit Seoul tempatnya bekerja. Hari ini aula pemakaman terlihat jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari lain, hal itu bisa dimaklumi mengingat jumlah korban jiwa dari kecelakaan beruntun dua hari yang lalu juga cukup banyak.
Hari ini adalah hari terakhir sebelum upacara pemakaman untuk para korban digelar secara bersamaan. Somi yang selama dua hari terakhir masih cukup terpukul karena kehilangan pasiennya untuk pertama kalinya, akhirnya memberanikan datang untuk memberikan penghormatan terakhir untuk pasiennya. Keberaniannya itu tidak lepas dari campur tangan Jaemin yang bersedia menemaninya.
"Kau baik-baik saja?" Jaemin menyentuh pelan punggung Somi saat melihat calon istrinya itu melamun.
Somi tersentak dan menoleh pada Jaemin. "Ya, oppa?"
Jaemin menghela nafas panjang dan mengusap pelan punggung Somi. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain dimana Yuta melambaikan tangan padanya, memberitahu letak ruang pemakaman pasangan Kim yang akan mereka datangi. "Yuta-nii sudah menemukan ruangannya. Ayo kita kesana dan memberikan penghormatan terakhir untuk mereka."
"Oh, baiklah." Tanggap Somi yang terlihat gugup.
Suara isak tangis Kim Lami menyambut kedatangan Somi dan Jaemin. Keduanya menatap iba gadis remaja yang harus kehilangan kedua orangtuanya secara bersamaan itu. Menyadari Somi lagi-lagi melamun, Jaemin berinisiatif untuk memberikan penghormatan terlebih dahulu sebelum kemudian menyapa pria dewasa yang mengenakan setelan hitam dan pita dengan dua garis hitam di lengan kirinya.
"Kami ikut berduka atas kehilangan yang kalian alami."
"Terimakasih, tetapi kalian adalah....." Pria itu tampak kebingungan saat menerima uluran tangan Jaemin karena merasa tidak mengenalnya.
"Oh, aku mewakili dokter Jeon Somi." Tanggap Jaemin yang kemudian melihat ke meja jamuan dimana Somi sedang duduk memeluk gadis remaja yang merupakan anak tunggal dari pasangan Kim.
"Oh, dokter Jeon." Tanggap pria itu. Ia lalu menatap Somi yang sedang memeluk keponakannya yang sedang bersedih. "Tolong sampaikan ucapan terimakasihku padanya. Aku tahu hari itu dia sudah berusaha keras memberikan pertolongan pada saudari perempuanku. Melakukan prosedur CPR tanpa henti selama hampir satu jam. Aku tahu dia sangat kelelahan namun dia benar-benar tidak menyerah." Ujarnya dengan pandangan mata menerawang kembali pada peristiwa yang terjadi di ruang emergency dua hari yang lalu saat Somi berusaha keras menyelamatkan nyawa saudari perempuannya.
"Kudengar saudariku adalah pasien pertama yang gagal ia selamatkan semenjak ia menjadi dokter. Tolong katakan padanya untuk tidak merasa bersalah. Tidak ada manusia yang bisa melawan takdir Tuhan." Imbuh pria itu namun kali ini pandangannya tertuju pada Jaemin sepenuhnya.
Jaemin tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. Ia lalu berpamitan pada pria itu dan menghampiri Somi yang masih terus berada disisi gadis remaja itu sambil terus memeluknya.
.
.
.
Somi duduk melamun di beranda Villa keluarga Choi, menatap kosong halaman Villa yang sangat luas dan ditumbuhi rerumputan hijau yang segar. Hari ini untuk pertama kalinya ia sama sekali tidak berniat untuk melakukan apapun di Villa padahal biasanya ia akan merengek pada Jaemin untuk menemaninya ke danau yang berada di bagian lain Villa.
Satu-satunya hal yang terus berkecamuk di benak Somi saat ini adalah peristiwa dimana ia harus kehilangan pasiennya untuk pertama kali sepanjang karir kedokterannya yang baru memasuki tahun ke dua dan melihat keluarga pasien yang terpukul dengan kenyataan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Definitely Yours
Fiksi Penggemar[ #THESIBLINGS - AFTER STORY 5 ] 《《 Choi Jaemin - Kim Lami 》》 Choi Jaemin adalah anak bungsu dari keluarga Choi. Ia adalah satu-satunya anak dari keluarga Choi yang sangat jarang terekspose oleh media karena kehidupannya yang sangat tertutup dan sif...
