19. PERKATAAN PALING SESAK

5.9K 280 17
                                        

Siapin lagu sesedih mungkin yaaa :)

——

Hari Minggu dengan langit biru yang begitu cerah serta awan putih membuat semangat Adara berkibar sementara. Adara keluar kamar untuk ambil beberapa cemilan dari lemari es lalu kembali ke kamar melanjutkan rencananya untuk mengisi hari libur dini hari.

Adara melihat buku novel di atas meja belajarnya yang belum sempat dia selesaikan bacaannya. Dia mengambil bukunya lalu duduk di atas kasur. Ketika membuka lembar pertama, dia menghela napasnya pelan.

“Gue kan beli buku ini sama Omar, dimana-mana ada dia terus. Kesel gue lama-lama,” keluh Adara lalu membaca bukunya hingga sore hari.

Tiba-tiba ada suara ketukan pintu bersamaan dengan suara Suma yang menyebut nama Adara.

“Adara! Ikut Mama beli baju buat reuni temen SMA yuk!” ajak Suma ketika buka pintu.

“Sekarang banget Mah?” tanya Adara.

“Iya sekarang, ganti baju gih. Kamu tinggal duduk aja kan Mama yang nyetir,” ujar Suma lalu meninggalkan kamar Adara.

Adara membuang napasnya lesu, “Yah untung Mama, tapi gapapa lah kan bisa beli makanan disana hehehe.” Sudah biasa Adara paling suka beli makanan ketika pergi.

Setelah siap, Adara keluar menemui Suma lalu masuk ke dalam mobil duduk di sebelah kursi penyetir. Begitu mobilnya jalan Adara menyetel lagu tempo heboh supaya terlihat senang. 

Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga~” Adara menyanyi sambil mengangkat tangannya seakan menjadi penyanyi di konser yang ramai pendatang.

Suma geleng kepala melihat anaknya yang terlihat begitu mendalami lagunya.

Sampainya mereka di mall, mereka masuk langsung ke tempat khusus baju. Keluarga Adara adalah orang yang sederhana, mereka juga suka yang namanya diskon. Mereka tidak akan beli sesuatu yang tidak penting.

“Adara, kamu tunggu disini aja ya? Mama mau muter nyari yang cocok,” ujar Suma.

“Iya, jangan yang rame bajunya Mah. Nanti ngejreng sendiri,” ingat Adara.

“Mama juga gak suka yang warna atau modelnya rame kok, yaudah Mama pergi dulu. Nanti Mama telfon ya Ra,” ucap Suma lalu pergi.

Sebelumnya Adara ingin duduk di kursi panjang yang bertempat di belakangnya, namun karena bosan Adara memasang earphone pada kedua telinganya, memutar lagu lalu pergi ke lantai khusus makanan. Menurutnya Suma tidak akan pusing karena ada handphone untuk menelpon.

Adara membeli es boba rasa cokelat disana, setelah bayar dan minumannya di tangan Adara, seseorang berhasil menggagalkan niat Adara untuk minum.

“Eh?” Adara melepas earphone nya lalu menoleh ke orang yang menabrak pundaknya.

“Ck. Sorry,” decak Omar malas melihat Adara.

Adara menahan malunya, “Gapapa, santai aja.” lalu putar balik tapi rasanya kaki Adara tidak bisa di gerakan saat melihat Zelin menghampiri Omar dengan wajahnya yang begitu cantik dengan make up seperti seorang artis.

ADAROMARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang