Menginjak tahun ketiga di SMA Djuanda, perempuan bernama Adara Lashita bertemu dengan ketua angkatannya, Omar Dasaad. Adara menjahili Omar karena sikap galak dan cuek yang dimiliki laki-laki itu, hingga suatu saat perasaan Adara tumbuh tanpa disadar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
——
Sabtu malam Omar dan teman-temannya mengajak pacar mereka nightride-an untuk menghibur. Ditambah dengan Deon dan Farah yang baru jadian dua hari lalu. Ramainya bukan main.
Para laki-laki memberi helm pada orang yang duduk di belakangnya sebelum tancap gas.
"Kuy lah gasin!" seru Deon.
"Bentar goblok. Cewek gua belum ready!" elak William tapi Deon memukul helm William.
William membenarkan posisi helmnya. "Songong banget anjing adek tiri!"
Ya untung saja Deon tidak baper. Dia bawa santai saja.
Deon mendecak. "Stok lagi lah, lama amat buat ready doang."
"Gak gitu konsepnya malih," cetus Farah.
Mereka semua pun siap. Mereka sudah buat daftar tempat yang ingin mereka kunjungi termasuk dari saran anak laki-laki yang sudah sering pergi.
"Puncak mau?" tanya Omar pada Adara.
"Puncak?" Adara bertanya kembali.
"Jangan deh, disana rame. Nanti banyak yang ngincer lo," kata Omar lalu menghadap depan dan tangannya siap menancap gasnya.
"Gak jelas dehhh!"
Mereka mencari tempat yang jauh untuk nongkrong. Rasanya bahagia sekali semua masalah sudah selesai, setidaknya jika terjadi hal lain lagi, sudah tahu jalan untuk menyelesaikannya. Kan belajar dari pengalaman.
Tibanya mereka di cafe vintage ternama di Jakarta, mereka ambil lokasi di rooftop yang tidak terlalu ramai.
"Udud lah," ucap William.
"Dudu?" tanya Zelin.
"Bukan dibalik, terlalu polos dah. Ajarin Jek ajarin." William tertawa.
"Ayo sini nyatu sama orang sunda makanya Zel." Jeka menyenggol lengan Zelin sambil terkekeh.
"Sifat aslinya Jeka keluar tuh Zel. Sabarin aja ngode itu dia mau ngawinin lo," ledek Omar hingga mengundang gelak tawa.
Zelin malu. "Jeka mah!"
Kopi dan kue tersedia di atas meja. Mereka bercanda sambil makan dibantu dengan keindahan lampu kota Jakarta malam ini. Terlalu indah untuk dilewatkan.
"Lo perlu tau nih! Dulu waktu SMP si Omar pernah ngibulin guru BK. Jam pelajaran pertama dia sengaja taruh tas di balik pohon depan pager. Dia izin ke toilet padahal mau cabut, tuh satpam percaya aja lagi si Omar mau nyetak soal. Goblokkkk!" ungkap William sambil tertawa.
"Kasih tau, Bro! Ada yang lebih gila dari itu," cetus Jeka pada Omar.
"Pakabs nih yang dulu suka ngisi absen sholat sampe minggu harusnya sampe jum'at. Keenakan nongkrong di kantin lo," kata Omar membongkar rahasia William. Yang dibongkar cengengesan.