Happy Reading!
🌼🌼🌼
Tak lama, Arkan mengangkat tangannya dan,
Tap!
Arkan langsung menurunkan tangannya.
Adita tersenyum. "Ya sudah, sana kembali ke tempat duduk kamu. Bosen saya liat muka kamu di depan saya."
Pekikan heboh membuat kelas kembali ramai setelah Adita mengatakan seperti itu.
Arkan membalikkan badan dan berjalan ke bangkunya. Cowok itu melemparkan tas ke mejanya lalu duduk di samping Awan, teman sebangkunya.
Awan berbisik, "cantik banget Bu Adita!"
"Biasa aja," balas Arkan membuat Awan menoleh menatap datar dirinya. Arkan mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Mending lo pake obat tetes mata. Satu botol sekalian lo habisin biar mata lo bisa ngeliat dengan jelas lagi," kesal Awan. "Orang cantik banget gitu dibilang biasa aja, ck."
Arkan memutar bola matanya malas. Ia melihat ke depan. Cowok itu berusaha untuk mengalihkan kedua matanya untuk tidak terus menatap guru baru itu.
Tapi gagal.
Kedua mata elangnya entah mengapa tak bisa lepas dari Adita yang tengah tertawa kecil itu. Kedua sudut bibir Arkan terangkat. Semua orang tak mengetahuinya.
Bahkan Arkan sendiri tidak mengetahui kalau ia sedang tersenyum.
***
Adita keluar dari kamar mandi setelah merampungkan urusannya. Tadi ia izin sebentar pada murid-muridnya untuk ke kamar mandi.
Di tengah perjalanan ia melihat seorang siswa yang sedang kesusahan membawa banyak buku paket sendirian. Tiba-tiba,
Bruk!
Murid itu terjatuh dan buku-buku yang dibawa berserakan di lantai. Adita segera menolong murid itu mengambil buku.
"Kenapa kamu bawa sendiri?" tanya Adita lembut.
"Temen-temen gue pada nggak mau bantuin," jawabnya. Ia mendongak dan terkejut. "Ehh, maaf bu."
"Iya nggak papa." Adita tersenyum maklum. "Ayo saya bantuin bawa ke kelas."
"Ehh, nggak usah bu," tolak murid itu dengan sopan.
"Udah nggak papa, ayo!"
Murid itu mengangguk. Mereka berjalan beriringan melewati koridor yang sepi karena memang masih jam pelajaran.
"Nama kamu siapa?" tanya Adita.
"Saya Sarah bu kelas 12 IPA 3," jawab muridnya itu.
"Kenapa kamu bawanya sendirian? Padahal banyak loh."
"Iya bu, nggak ada yang mau bantuin saya. Emang nyebelin teman-teman saya tuh." Adita terkekeh. "Ternyata ibu emang cantik banget yaa."
"Haa, maksud kamu?"
"Di grup chat angkatan itu heboh gara-gara ada guru baru matematika yang cantik penggantinya Bu Eni. Ternyata bener, ibu cantik banget," ucap Sarah tanpa jeda.
"Haa?" Sarah menahan tawanya melihat ekspresi kaget Adita saat ini.
"Bu Adita," seseorang memanggilnya membuat Adita menoleh. "Bisa saya bicara sebentar?"
Adita mengangguk lalu menatap Sarah. "Sarah, kamu duluan aja. Nanti saya bawakan." Sarah mengangguk.
Cewek itu berjalan beberapa langkah lalu masuk ke dalam kelasnya. Sarah meletakkan 16 buku paket di meja barisan paling depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me VS Pak Guru✔
Ficção AdolescenteCOMPLETED Alfian Series 3 Gue Arkan Yudhistira pasti bisa ngalahin guru yang sama semua cewek yang ada di sekolahan disebut guru paling ganteng--Dimas Adi Pranata--ambil hati guru baru pelajaran Matematika yang terkenal cantik itu. Adita Putri. --- ...
