XV

1.3K 172 0
                                        

D&G Travel

Sebuah plang besar itu menghiasi kanopi beton di sebuah ruko dua lantai yang lumayan lebar. Dara-Mama Gea merangkul bahunya dan menuntunya masuk. Hari ini adalah grand opening usaha travel yang di dirikan Mama Gea.

Sepulang sekolah Gea langsung mandi dan bersiap mengingat sekolahnya bubar jam tiga sore. Sepasang matanya berbinar melihat sebuah dress dengan design sederhana yang cocok dengan remaja seusianya tergantung di depan lemari kaca milik Gea. Ia dan Mamanya sudah menyiapkan dress dengan warna serupa hanya untuk grand opening usaha travel Mamanya.

"Gean, come on dear." seru Mamanya dari lantai bawah.

"Sepuluh menit, Ma."

Disinilah mereka berdiri. Memandang beberapa tamu undangan yang Mama Gea undang untuk menghadiri acara malam ini. Meski tidak banyak, Mama Gea mengatakan ingin membuat syukuran kecil-kecilan untuk meminta do'a agar usaha ini akan lancar dan sukses di kemudian hari.

"D&G Travel ini Saya persembahkan untuk putri tercinta Saya, Geanna Maheswari." gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan di lantai satu. "Tanpa Kamu, Mama tidak akan bisa mewujudkan impian Mama. Thankyou for being your born, dear."

Nana menoleh menatap Gea yang masih menangis dalam diam. Menatap gedung D&G Travel yang sudah tutup malam ini. Sepulang sore tadi, Gea menangis dan mengurung diri. Nana cukup nekat dan menerobos kamar Gea. Ia memaksa Gea bercerita. Alih-alih bercerita, Gea meminta tolong untuk di antar ke tempat ini. Nana tahu bahwa gedung di depan sana adalah milik Mama Gea yang notabene adalah tantenya. Adik dari Ayahnya.

"Gue mau masuk kesana."

"Gue ikut. Nggak ada protes." paksa Nana. Gea hanya tersenyum dan mengiyakan. Kali ini Ia sadar tak akan kuat untuk masuk sendirian. Mungkin Ia akan membutuhkan pelukan Nana untuk menopangnya nanti.

©©©

Semua ruangan tampak gelap, hanya beberapa lampu di sudut-sudut ruangan yang menjadi penerang. Setalah menunjukan kartu akses pada satpam yang berjaga di komplek ruko, mereka masuk dan di sapa oleh keheningan. Seperti halnya kantor-kantor lain, aktivitas di ruko ini juga berakhir pukul lima sore.

"Tawaran gue tetep berlaku, Ge." ucap Nana saat tangan Gea mengusap meja kayu cukup besar disana. Ada sebuah foto dengan potret dirinya dan Mama saat grand opening. Meski telah bertahun-tahun pergi, Gea memilih membiarkan ruangan ini tetap seperti semula. Membiarkan barang-barang Mamanya tetap tinggal disana.

"Gue nggak mau lo merelakan posisi lo di kantor segede Adams Corp hanya untuk mengurus usaha travel ini, Na."

Nana tersenyum tipis mendengar nama perusahaan tempatnya bekerja. Lucu rasanya saat mengetahui tempat kerja impianya seakan memiliki tali merah yang bermuara pada Gea. "Mami bilang gue boleh pindah kerja tapi di travel ini. Toh Gue udah khatam belajar marketing. Lo nggak perlu takut usaha ini bangkrut waktu Gue pegang."

Gea menoleh dengan senyum yang kelihatan aneh dengan mata sembab sebesar jengkol. "Salam buat tante Amy sama Om Januar ya." sebenarnya Om Januar adalah kakak dari Mama Gea. Yang Gea syukuri, istri Om Januar sangat baik. Satu-satunya keluarga yang masih menganggap Mama Gea masih anggota keluarganya meski sudah lama keluar dari rumah.

"Gimana kalo Kita liburan ke Malang setelah lo wisuda?" tawar Nana. Gadis ini memang penuh spontanitas.

"Terdengar menarik." Gea terkekeh pelan melihat wajah masam yang Nana buat-buat.

Hi, You! Again? (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang