36. A Smuggler

2.8K 506 234
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

###Bukan hal yang aneh ketika Aona tidak ingin lagi bertatap muka dengan Asoka setelah kejadian itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

###
Bukan hal yang aneh ketika Aona tidak ingin lagi bertatap muka dengan Asoka setelah kejadian itu. Meski beberapa kali Asoka datang untuk meminta maaf, Aona selalu menyuruh Rachel menghadapi lelaki itu.

Keengganan Aona berkomunikasi dengan orang membuatnya jarang ke luar rumah. Hal itu juga berlaku untuk teman-temannya.

"Nyonya sedang tidak ingin di ganggu." Suara Rachel terdengar dari luar kamar.

"Kenapa? Apakah dia sibuk?" suara Vivian menimpali. Tidak ada balasan terdengar dari Rachel.

"Kami kemari setelah mendengar kalau Aona tidak keluar kamar beberapa hari belakangan. Dia terlalu sibuk atau sedang sakit?" kali ini suara Treya yang terdengar.

"Beliau hanya sedang tidak ingin ditemui," jawab Rachel tenang.

"Kenapa?" tanya Vivian setelah mereka diam selama beberapa saat.

"Ya sudah kalau begitu. Tolong sampaikan padanya kalau kami mencarinya. Dia selalu sibuk selama ini sampai kami tidak bisa mengobrol. Suruh dia jaga kesehatan, oke?" pesan Treya pada akhirnya sebelum mereka pergi dari depan kamar Aona.

Rachel mengetuk pintu tidak lama kemudian. Dia ingin menyampaikan pesan yang telah di dengar oleh Aona.

"Aku sudah mendengarnya, Rachel. Kau bisa pergi makan siang sekarang," sahut Aona sebelum Rachel mengatakan sesuatu.

"Baik, nyonya."

Rachel juga pergi dan membuat Aona berpikir, ternyata teman-temannya mengira kalau dia sangat sibuk. Memang, sejak kedatangan banyak tamu Aona harus membagi perhatiannya secara merata. Tidak mungkin dia hanya bergerombol dengan Vivian dan Treya jika dirumahnya terdapat beberapa ratus nyawa manusia lain. Aona menghela napas letih, mungkin begini lah rasanya menjadi Janu yang harus mengayomi banyak orang dalam satu waktu.

Ah, ya, kapan suaminya itu akan pulang? Kenapa sama sekali tidak ada kabar? Bukannya Aona tidak pernah bertanya, tapi jawaban yang dia dapat selalu sama. Janu tidak bisa dihubungi hingga tugas lelaki itu selesai. Hanya saja, ada kah tenggat waktu untuk tugas itu?

Marry The GeneralCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang