"Aku terlalu ingin, tapi kamu terlalu dingin."
-Bulan-
Happy reading<3
Hari ini ada pelajaran olahraga, pelajaran favorit Bulan, mungkin. Dengan pelajaran ini Bulan bisa berpuas-puas memandangi wajah sang pujaan hati yang kekerenannya bisa mencapai 99x lebih keren dari biasanya.
Cukup alay, tapi memang benar.
"Hari ini kita bermain bola basket." ucap guru berbadan bongsor, sebut saja pak Herman.
Semua murid senang, terlebih para anak perempuan.
"Apakah tidak boleh diganti, Pak?" ucap salah satu lelaki dipojok.
"Ada masalah, Bintang?"
"Saya lagi gak mood main bola basket, Pak." ucap Bintang dengan wajah dinginnya.
Pak Herman kini menuju tempat Bintang untuk menanyai anak muridnya lebih lanjut, "Bukankah kamu suka bola basket?" ucap pak Herman menatap intens Bintang.
"Saya masih suka cewek, Pak." Bintang langsung menyangkal pertanyaan pak Herman, dan guru itu hanya menatap malas.
"Aku kan ceweknya?" sahut Bulan yang berada di barisan depan.
"Kalo berharap jangan ketinggian, nanti jatuh lho. Mending sama gue aja, lebih pasti." ujar Denis membalas ucapan Bulan.
"Apa-apaan! Jangan mau sama dia, Lan! Mending sama gue, A'a Edo si ganteng dan berwibawa." ucap Edo ikut berkomentar.
"Udah, udah. Kalian ini lebay ya?" sahut Pak Herman. Para murid langsung diam.
Pelajaran olahraga pun dimulai, mau tak mau Bintang juga harus mengikuti pelajaran ini.
Kini permainan dibagi menjadi 2 tim, tim campuran. Ada laki-laki dan perempuan.
"Uwu sekali hari ini, aku sekelompok sama Bintang." Bulan sangat bersyukur pada pak Herman.
Para murid kini tengah berebut bola basket, sejujurnya Bulan tidak sepenuhnya bisa bermain basket.
Saat bola mengarah pada Bulan, gadis ini bingung harus bagaimana dan membuat tim musuh langsung mengambil alih dan mencetak bola.
"Kan udah gue bilangin, jangan ngasih bola sama tuh anak." Bintang menatap sinis Bulan
"Ya maaf, aku kan gak bisa main bola basket." Bulan kini mulai menunduk
"Tenang aja, nanti a'a Edo yang ngajarin." Edo kini yang berbicara dan mendapat anggukan antusias dari Bulan.
"Ck, mengambil kesempatan dalam kesempitan." gumam Bintang
Ternyata yang berolahraga bukan hanya kelas XI IPA 1 tapi juga kelas XI IPA 3 dan itu kelas Melody.
Kelas XI IPA 3 juga sedang ada bola basket.
Bulan melihat ke arah Melody, gadis itu sangat mahir bermain bola basket. Para murid menatap Melody kagum.
Bulan menoleh sekilas ke arah Bintang, lelaki itu juga menatap Melody, tetapi hanya dengan tatapan datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LIGHT LOVES [END]
TeenfikceBagimana jika dua orang dengan sifat yang bertolak belakang dijadikan menjadi satu pasangan? Bintang Aksara Prima, sang cowok dingin yang memiliki paras tampan yang mampu menyihir para wanita dengan satu tatapan Bulan Putri Wijaya, sang gadis cerewe...
![THE LIGHT LOVES [END]](https://img.wattpad.com/cover/219598742-64-k843924.jpg)