"Logika berkata lepaskan, tapi hati menolak karena masih menginginkan."
-Bulan-
Happy Reading<3
[Jangan lupa dengerin mulmed yang udah disediain]
Pagi-pagi buta rumah Bulan sudah diketuk-ketuk seseorang, membuat Papahnya yang baru bangun langsung membukakan pintu.
"Assalamualaikum, om." sapa Bintang sopan, ia sudah rapi dengan seragamnya.
"Waalaikumsallam. Ayo masuk." ucap Wijaya mempersilahkan.
Bintang duduk disebelah Wijaya, membuatnya sangat gugup.
"Ada apa pagi-pagi gini kamu kemari?" tanya Wijaya pada Bintang.
"Saya mau jemput Bulan, om." ucap Bintang, lagi-lagi gugup.
Emang ya kalo lagi bicara sama camer tuh rasanya gugup. Kalian pernah ngerasain?
Wijaya langsung tertawa, "Bulan belum bangun, dia tuh kebo." ucapan Wijaya membuat Bintang terkekeh geli.
"Saya akan tunggu dia, om."
Wijaya langsung tertawa mendengar ucapan anak muda disebelahnya ini, ia mengusap rambut hitam Bintang dan tersenyum padanya. "Jangan sakiti Bulan." ucap Wijaya pada Bintang.
Dan kalian tau apa reaksi Bintang setelah itu? Ia hanya diam tak tau harus berkata apa-apa, karena faktanya ia terus menerus melukai Bulan.
Bintang menghela nafas pelan dan tersenyum ke arah Wijaya, "Saya akan terus membahagiakan dia, om."
"Saya percaya sama kamu, Bintang."
Sementara itu dibalik atas tangga, tanpa dua lelaki itu sadari ada yang menatap miris percakapan mereka. Gadis itu duduk ditepi tangga dan tersenyum getir. Perkataan Bintang yang akan selalu membahagiakannya seolah terus berputar dan terniang-niang dipikirannya.
Bulan resah sendiri, dapatkah dipercaya kata-kata Bintang?
Bulan mendecih pelan, "Sekali pembohong akan tetap pembohong." Bulan langsung masuk ke kamar lalu segera mandi untuk bersekolah.
*****
Setelah menunggu 1 jam lebih, Bintang kini tersenyum saat melihat Bulan sudah rapi dengan seragamnya. Hari ini Bulan menguncir rambutnya, membuatnya semakin cantik.
Rasanya, Bintang ingin sekali yang menguncirkan rambutnya Bulan, tetapi... ah, sudahlah.
"Kamu ngapain disini?" ucap Bulan, pura-pura tidak mengetahui kehadiran Bintang.
"Jemput kamu lah." ujar Bintang disertai senyuman dibibirnya.
Bulan langsung membuang muka, seakan tidak mau lama-lama bertatap muka dengan Bintang.
"Aku gak salah denger? Sejak kapan kamu jadi sweet gini?" ucap Bulan penasaran, "Oh, pasti kamu lagi berantem sama Melody. Jadi aku yang kamu jadiin pelampiasan." ucap Bulan lagi.
Bintang langsung tertohok mendengar ucapan Bulan, kenapa gadis itu selalu membicarakan yang tidak-tidak tentangnya?
"Lo kenapa ngomong kayak gitu? Gue cuma mau berangkat bareng sama lo doang." Bintang terdengar sedikit marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LIGHT LOVES [END]
Novela JuvenilBagimana jika dua orang dengan sifat yang bertolak belakang dijadikan menjadi satu pasangan? Bintang Aksara Prima, sang cowok dingin yang memiliki paras tampan yang mampu menyihir para wanita dengan satu tatapan Bulan Putri Wijaya, sang gadis cerewe...
![THE LIGHT LOVES [END]](https://img.wattpad.com/cover/219598742-64-k843924.jpg)