"Jangan pernah mikir buat ninggalin aku, ya?"
-Bulan-
Happy reading<3
[Jangan lupa dengerin mulmed yang udah disediain]
Hubungan Bintang dan Bulan sudah membaik. Mereka sudah berjanji untuk tidak bersikap egois dan tidak boleh mempunyai prasangka buruk terhadap satu sama lain. Mereka harus lebih percaya satu sama lain agar hubungan mereka bisa langgeng dan tahan lama.
Tapi apakah itu semua akan menjamin?
Mereka tidak mungkin lupa kalo ada Melody ditengah-tengah hubungan Bintang dan Bulan. Bahkan Fiki sudah masuk daftar kedua setelah Melody yang dapat merusak hubungan mereka berdua.
"Bintang, aku mau mancing deh." saat ini Bintang tengah berada di rumah Bulan untuk menemani Bulan yang sedang sendirian di rumah. Bulan sedang melihat mancing mania Mantap!
"Hah? Mancing?" Pandangan Bintang kini beralih pada televisi yang dilihat Bulan, "Korban acara tv trozz." ucapnya lagi, kesal.
"Iya mancing. Kita kan butuh liburan sebelum menghadapi kenaikan." ucap Bulan, mancari alasan.
"Panas banget, Bulan." Hari ini cuaca memang sedang panas-panasnya, seperti sedang melihat gebetan jalan sama cewek lain, beuh!
"Ok." Bulan langsung membuang nafas kasar dan ingin masuk ke kamarnya, "Kamu boleh pulang, Bintang. Aku mau tidur." lanjut Bulan lagi sambil menutup pintu kamarnya.
Bintang menghela nafas samar, "Jangankan pisah, marah sama lo aja gue gak betah." gumam Bintang mengulum senyum.
Bulan sedang mendengarkan suara Bintang dari luar sana, "Pulang beneran? Ah, gak peka banget!"
Bintang dapat mendengar dengan jelas gumaman-gumaman kecil gadisnya itu. Ia memang sengaja tidak mengeluarkan suara dan memilih diam, ia ingin lihat seberapa kesalnya gadis itu.
Bintang duduk disisi pintu kamar sambil bermain game. Hari ini ada event game yang tidak bisa ditinggalkan.
Bintang keasyikan bermain game hingga tidak sadar bahwa Bulan kini tengah berdiri disebelahnya dengan kedua tangan dilipat. "Ngapain masih kesini? Sana pulang! Aku masih sebel sama kamu!" geram Bulan yang sangat kesal pada lelaki dihadapannya ini.
"Nanggung. Habis wifinya kenceng banget sih. Kan jadi betah." jawab Bintang dengan mata masih berfokus pada hpnya.
"Papahhhh wifinya dicopot aja!!!" Bulan melirik Bintang histeris. Diam-diam Bintang tertawa.
VICTORY!
"Akhirnya perjuangan gue gak sia-sia, menang kan akhirnya." Bintang bernafas lega. Ia melirik sekilas, "Bulan mana?" tanyanya menatap sekeliling
Bintang segera memasukkan ponselnya ke kantong dan mencari keberadaan bidadarinya itu. Ia sudah mencari ke setiap sudut rumah Bulan, tapi gadis itu tetap tidak ada. Bintang kini keluar dari rumah Bulan dan menemui Bulan yang tengah menyirami tanaman bunganya.
"Bisa gak sih sehari lo gak cantik?" Bulan menoleh melihat Bintang yang tersenyum kearahnya.
"Bisa gak sih?" Bintang mengalihkan pandangannya pada bunga mawar yang tengah disiram Bulan. Wajah Bulan seketika langsung masam.
Bintang langsung tertawa keras melihat ekspresi Bulan, "Udah dibilangin jangan suka ge er."
"Bodoamat!" ucap Bulan yang malas meladeni ucapan Bintang.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LIGHT LOVES [END]
Teen FictionBagimana jika dua orang dengan sifat yang bertolak belakang dijadikan menjadi satu pasangan? Bintang Aksara Prima, sang cowok dingin yang memiliki paras tampan yang mampu menyihir para wanita dengan satu tatapan Bulan Putri Wijaya, sang gadis cerewe...
![THE LIGHT LOVES [END]](https://img.wattpad.com/cover/219598742-64-k843924.jpg)