"Sial, aku masih saja mencintai seseorang yang jelas-jelas sudah menjadi milik orang lain."
-Bulan-
Happy Reading<3
[Jangan lupa dengerin mulmed yang udah disediain]
Bulan berjalan dengan riang menuju supermarket terdekat, ia ingin membeli beberapa makanan ringan.
Ia mengerutkan dahinya ketika melihat Fiki dan Rara yang sedang duduk bersama saat ini, mereka tampak serasi. Sedetik kemudian Bulan tersenyum manis ke arah mereka dan melambaikan tangannya.
Bulan melangkah menuju Fiki dan Rara, "Kalian ngapain disini?" ucap Bulan ikut duduk.
"Gak sengaja ketemu kok." ucap Rara tenang.
"Iya, gak sengaja ketemu." tambah Fiki.
Bulan hanya mengangguk-angguk. "Oh yaudah. Kalian have fun ya! Aku mau masuk supermarket dulu."
Setelah Bulan masuk ke supermarket kini tinggal Fiki dan Rara. Rara sangat gugup saat bersama Fiki, tiba-tiba lidahnya terasa kelu padalhal saat diroom chat mereka sangat akrab.
Kenapa ya waktu dichat akrab banget tapi waktu ketemu malah kayak orang gak kenal? Ada yang tau jawabannya?
"Ra, lo kenapa diem aja?" tanya Fiki berhenti memainkan ponsel lalu mengalihkan matanya pada Rara.
"Gak diem kok, ini ngomong." ucap Rara gugup, lalu Fiki tersenyum manis padanya.
"Kenapa manis banget woy!!" Batin Rara.
Rara lalu mengambil headseht dan memutar lagu untuk memecah keheningan.
Halu - Feby Putri
Rara sesekali tersenyum dan ikut bersenandung mengikuti irama lagu.
"Senyumanmu yang indah bagaikan candu, ingin terus ku lihat walau dari jauh." senandung Rara kecil dan melihat ke arah Fiki yang tengah sibuk bermain ponsel.
"Sekarang aku pun sadari semua hanya mimpi ku yang berkhayal akan bisa bersamamu." gumam Rara pelan, lirik ini sangat mendalam bagi Rara.
"Suara lo bagus." Puji Fiki yang ternyata mendengar suara alunan Rara, Rara tersenyum kecil mendengarnya.
"Makasih." ucap Rara, gugup lagi.
Fiki mengernyitkan dahinya, "Kenapa lo selalu gugup saat gue ajak bicara? Wajah gue nyeremin ya?" ucap Fiki lagi sedikit tertawa.
"Astaga, gak! Wajah lo itu manis bukan nyeremin." ujar Rara membenarkan dan sedikit keraguan.
"Lo juga manis." ucap Fiki membalas, dan seketika membuat pipi Rara memerah.
"MAMAAAA, RARA BAPER!!!" jerit Rara dalam hati
Rara mencoba menahan degup jantungnya, Fiki sudah berhasil membuat hatinya berjoget ria. Ia langsung mengalihkan pandangannya dan mengatur nafas.
"Wajah lo merah. Lo lagi demam ya?" Fiki menatap khawatir gadis didepannya itu.
"Gue mau pulang dulu! See you again Fiki! Bilang ke Bulan gue udah pulang duluan!" Rara langsung pergi meninggalkan Fiki, Fiki hanya geleng-geleng kepala melihat kepergian Rara.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LIGHT LOVES [END]
Novela JuvenilBagimana jika dua orang dengan sifat yang bertolak belakang dijadikan menjadi satu pasangan? Bintang Aksara Prima, sang cowok dingin yang memiliki paras tampan yang mampu menyihir para wanita dengan satu tatapan Bulan Putri Wijaya, sang gadis cerewe...
![THE LIGHT LOVES [END]](https://img.wattpad.com/cover/219598742-64-k843924.jpg)