"Hidupku akan terus berlanjut, baik denganmu atau tanpamu sekalipun."
-Bulan-
Happy reading<3
(Jangan lupa dengerin mulmed yang udah disediain)
Arta masih setia menunggu Bulan yang masih tertidur pulas. Lelaki itu sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Bulan. Seperti yang sudah sudah.
"Bangun dong calon bini, gue udah nyiapin acara pernikahan kita lho." ujar Arta asal.
"Eummmhh." Wijaya datang, dan Arta seketika tertawa.
"Canda calon papi mertua." ujar Arta.
"Kamu pulang saja, Bulan biar saya jaga." ucap Wijaya tenang.
Arta menggeleng cepat, "MANA BISA GITU!" balasnya ngegas.
Wijaya melotot seketika. Berani sekali pemuda itu ngegas kepadanya. Arta yang baru sadar kemudian gelagapan sendiri.
"Maaf calon papi mertua, Arta sengaja. Eh maksudnya Arta gak sengaja." ujar Arta salah tingkah.
Wijaya memilih tak menanggapi omongan Arta, dirinya saja sudah sangat pusing dengan keadaan Bulan yang belum stabil.
Duduk disebelah Wijaya, Arta menyenderkan kepalanya di lelaki paruh baya itu.
"Saya gak homo!" sentak Wijaya, membuat Arta langsung mengangkat kepalanya.
"Astagfirullah calon papi mertua, Arta juga masih normal!" balasnya cepat.
"Terus kenapa tadi nyender di pundak saya?" tanya Wijaya memicingkan mata.
"Habis nyaman sih." balas Arta asal.
Wijaya kembali melotot.
"Pergi dari sini, saya jijik sama kamu!"
*****
Bulan terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sangat berat saat ini.
Tangannya lantas mencari handphone nya untuk menghubungi nomer Bintang. Ia masih yakin lelaki itu tidak mungkin meninggalkannya.
Nomer yang ada tuju tidak bisa dihubungi lagi, coba lagi beberapa saat.
Bulan mendesis, ada apa dengan Bintang? Apakah benar yang dikatakan teman-temannya sore itu?
Melupakan persoalan Bintang, Bulan kini melihat motif dari Arta yang teramat sangat banyak. Lelaki itu bahkan menelponnya sampai 43 kali.
Tata: Calon bini kalo udah sadar kabarin gue ya.
Tata: Besok-besok jangan mikirin hal-hal yang gak penting, contohnya mikirin Bintang. Mending mikirin gue aja calon bini.
Tata: Gue sayang sama lo, udah sayang sama gue belum? Kalo belum besok gue tanyain lagi:D
Gadis cantik itu tersenyum simpul, Arta sangat perhatian kepadanya. Sebuah hal yang Bulan sukai dari Arta.
Bulan lantas menelpon Arta, ia ingin mengabari lelaki itu.
"Selamat pagi Tata." sapa Bulan semangat.
"Siapa sih ganggu banget pagi-pagi!" balas Arta belum sepenuhnya sadar.
"Oh jadi aku ganggu ya, yaudah kalo gitu aku matiin telponnya." ujar Bulan sedikit kesal.
Arta yang sudah sadar kemudian menyadari bahwa yang menelponnya adalah Bulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LIGHT LOVES [END]
Novela JuvenilBagimana jika dua orang dengan sifat yang bertolak belakang dijadikan menjadi satu pasangan? Bintang Aksara Prima, sang cowok dingin yang memiliki paras tampan yang mampu menyihir para wanita dengan satu tatapan Bulan Putri Wijaya, sang gadis cerewe...
![THE LIGHT LOVES [END]](https://img.wattpad.com/cover/219598742-64-k843924.jpg)