Cup..
Zidan mencium kening adiknya. Vava mengedipkan matanya beberapa kali hingga terlihat jelas wajah kakaknya itu,ia duduk menyamakan posisi kakaknya.
"Gue udah masakin makanan kesukaan lu,khusus buat lu,dengan bumbu kasih sayang seorang kakak"-Zidan
"Apaan sih lu kak,najis banget"
"Sekali-kali gapapa lah. Udah sana mandi,gue tunggu di meja makan" Vava mengangguk.
"Ini lu yang masak?" Tanya Vava saat sudah sampai di meja makan.Zidan mengangguk.
"Coba deh,beri penilaian"
Vava langsung memakan makanan yang telah disiapkan kakaknya itu.
"Hmmm..enak juga,beneran lu yang masak? Gue ga yakin deh"-Vava
"Gitu amat lu ama kakak sendiri.Lanjutin makannya" Vava mengangguk lalu menghabiskan makanannya.
Selesai makan mereka berdua menonton tv bersama.
"Gue gak ganggu kan?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul,Arka.
"Udah dateng lu?" Zidan berdiri lalu mengajak Arka untuk berbicara dibelakang,ditaman belakang.
Vava hanya diam memerhatikan kepergian mereka berdua.Lalu kembali menonton tv.
Sekarang Arka dan Zidan sedang duduk digazebo yang berada di taman belakang rumah,dengan 2 cangkir kopi yang sudah disediakan oleh bi Irah.
"Lu udah tau kan markas Cader?" Zidan membuka pembicaraan. Arka hanya mengangguk.
"Jadi sekarang lu bisa jauhin adek gue" Zidan menatap Arka tajam. Senyum miring seketika muncul di wajah Arka.
"Disaat adek lu terluka?"-Arka,Zidan menaikkan alisnya sebelah.
"Gue tau saat ini adek lu putus karna dihianati. Lu tau kan rasanya dikhianati kek apa? Lu gak tega kan kalau adeklu....."
"Gue gak tega kalau adek gue ngrasain lebih sakit saat tau sebenarnya. Jadi mending lu ngejauh dari adek gue"potong Zidan.
Drett..drett...
Zidan merogoh saku celananya,lalu berjalan sedikit menjauh dari Arka dan mengangkat telfon.
"Ada apa?"
'.....'
"Baiklah,aku akan kesana."
Zidan menutup telfonnya mendekat ke tempat Arka.
"Gue ada urusan,mendingan lu pulang sekarang"-Zidan. Arka berdiri dari duduknya.
"Gue masih pengen disini nemenin adek lu,cuma sebentar." Zidan tak menjawab,berlalu meninggalkan Arka begitu saja.
Arka berjalan masuk ke ruang tengah rumah itu. Nihil,tak ada orang.
Arka berjalan ke lantai dua,berdiri didepan pintu berwarna putih.Dengan hiasan di sekitar pintu itu.Indah.
Cklek...
Mata mereka saling bertatap.
"K-kak Arka,ngapain ada disini?" Tanya Vava gugup,ia terkejut saat Arka tiba-tiba sudah ada didepan pintu kamarnya.
"Jalan-jalan" Vava mengerutkan dahinya.
"B-bentar" Vava masuk ke dalam kamarnya lalu bersiap-siap.
"Gue tunggu di depan" Arka lalu menunggu Vava di depan.
Gak lama kemudian Vava menghampiri Arka yang berdiri di dekat mobilnya.Arka membukakan pintu dan mempersilahkan Vava masuk.
Diperjalanan Vava lebih suka menatap keluar jendela daripada menatap wajah tampan Arka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKA & VAVA
Roman pour AdolescentsArka Aldivero Orlando,ketua geng motor terbesar. Dibalik sikapnya yang terlihat dingin dan kejam, sebenarnya ia orang yang baik dan perhatian pada orang disekitarnya. Vava Gabriella Mahendra,berbanding terbalik dengan Arka. Sikapnya yang terlihat pe...
