Cemburu?🌿

3.4K 134 4
                                        

Arka melangkahkan kakinya dengan cepat ke warung mang oji setelah rapat osis selesai. Teman-temannya sudah berada disana sejak istirahat pertama.

Langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis sedang membersihkan roknya yang kotor ditaman belakang. Terlihat gadis itu mengomel sendirian. Air dari kran didepannya terus mengalir untuk membersihkan roknya.

Bibirnya perlahan terangkat keatas melihat kelucuan gadis itu. Namun tiba-tiba bayangan gadis itu diantar oleh laki-laki yang bukan kakaknya membuatnya kesal. Arka kembali memasang wajah datarnya.

"Kak Arka" Panggil seseorang dari belakangnya,Arka membalikkan badan dan menatap Isna datar dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya.

"Maaf ganggu" Ucap Isna saat sudah berada didepan Arka.

"Kenapa?" Tanya Arka datar.

"Hmm.. itu masalah Seleksi Osis,bisa bicara bentar? Kalau kakak gak repot"  Ucap Isna dengan penuh kehati-hatian. Arka diam sejenak lalu mengangguk.Lalu mereka duduk dibangku.

"Sial sial sial,dasar Brengsekk,untung disekolah,coba kalau kagak,udah gue tonjok tuh muka,kesel gue lihatnya" Kesal Vava sambil membersihkan roknya yang terkena tinta.

"Ngomel mulu" Ucap Zida dan menyodorkan sabun yang langsung diterima Vava.

"Yang lain kemana?"
Zida hanya mengangkat kedua bahunya.

"Kelas yuk" ajak Zida.
Vava mengangguk lalu berbalik hendak ke kelas,langkahnya terhenti sejenak saat melihat Arka dan Isna duduk dibangku taman berdua.

Namun ia tak terlalu meliriknya,toh Arka juga bukan siapa-siapanya.

🍭

"Sekian dari saya,selamat siang" Guru itu keluar dari kelas dan langsung diikuti beberapa murid.

"Mampir dulu kuyy" Dania berpindah duduk dimeja depan Vava.

"Gue masih ada seleksi osis" balas Isna.

"Tanpa elu juga gapapa"

"Yaudah sana,gue duluan" Isna bergegas keluar dari kelas setelah menjawab itu.

"Gue mau ke perpusda" Ucap Zida.

"Yahh,elu kok malah ikut-ikut tu monyok si" kesal Dania.

"Barengan Da,gue mau cari buku masak buat ultah pembantu gue" -Kavita.

"Jangan bilang lu juga ada acara" Dania menatap Vava tajam.

"Kagak ada,tapi gue lagi males" Ucap Vava santai.

"FIX,lu semua bangke! Gue duluan!" Dania keluar dari kelas dengan kekesalannya. Dan temannya hanya tertawa.

"Yaudah yuk ke parkiran" Kavita berdiri dari duduknya.

"Elu duluan aja" Ucap Vava,Kavita mengangguk lalu pergi bersama Zida.

Vava bergegas ke gerbang belakang,mencari Arka namun nihil. Ia mengembuskan nafas kesal. Ia mengeluarkan ponselnya.

"Sial lowbat" kesalnya.

Ia kembali menatap ke kanan kiri dan menunggu kedatangan Arka. Arka sudah memberi taunya bahwa seleksi osis sudah selesai,tinggal menunggu pengumuman siapa yang diterima. Dan Isna? Ia pasti berbohong untuk menghindari ajakan Dania,entah apa alasannya.

Vava melirik jam tangannya,sudah sejam lebih ia menunggu lelaki itu,namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda bahwa laki-laki itu akan muncul. Lagi-lagi ia mendengus kesal.

Vava pergi meninggalkan gerbang belakang,ia akan keparkiran melihat apakah sepeda motor Arka masih ada. Namun nihil,sepeda motor laki-laki itu tidak ada,dan artinya ia sudah pulang. Vava berjalan ke gerbang depan untuk mencari kendaraan umum dan mulutnya selalu mengumpat i laki-laki itu karna sudah pulang duluan.

ARKA & VAVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang