45.Ingatan Jihan

1.5K 86 1
                                        

Enjoy Reading
💙💙💙💙

Vava masuk kedalam rumahnya dengan langkah gontai. Bayangan Elang memeluk seorang wanita membuatnya merasa bimbang. Sungguh,Vava tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada perasaannya. Ia dan Elang sudah tak menjalin hubungan lagi,bahkan ia berusaha menjauhi Elang. Namun lingkungan Elang dan Vava sudah terlanjur berbaur.

"Dek? Lu kenapa?" Tanya Zidan yang hendak masuk kedalam kamar namun melihat Vava yang nampak tak baik.

"Hmm?" Vava menengok kearah Zidan. Zidan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kamar,Ia berjalan mendekat ketempat Vava berdiri.

"Ada apa? Are you okay?"

'yes, I'm Good"

'I'm not sure Va, tell me what happened to you" Ujar Zidan,Vava menatap abangnya itu dengan bingung.

"Kenapa lu sok-sok'an inggris ke gue?"Ketus Vava,Zidan hanya tersenyum tipis atas pertanyaan Vava.

"Ngantuk,gue mau tidur" Lanjut Vava kemudian.

"mimpi indah adek" Ucap Zidan setelahnya dengan nada yang dibuat semanis mungkin.

Vava menghembuskan nafas kasar,lalu melempar tasnya kelantai dan meringkuk dibalik pintu.

Air matanya tumpah begitu saja,Ia menangis dalam diam.

"Apa? Kenapa? Kenapa perasaan gue jadi bimbang gini" Lirihnya dalam tangisan.

___

Arka menamati sosok Elang bersama 2 wanita yang berada didepan gerbang rumahnya.

Arka merasa tak asing melihat salah satu wanita yang sedang bersama Elang,Sekilas ia mengingat bahwa wanita itulah yang menatapnya Dicafe.

Satpam rumahnya membuka kan pintu mempersilahkan mereka bertiga masuk. Dengan penasaran Arka perlahan melajukan mobilnya dan masuk kedalam rumahnya. Arka tak langsung turun dari mobil,ia masih menamati Elang dari dalam mobil.

Elang menyadari bahwa Arka baru saja pulang,namun Pria itu tak kunjung turun dari mobil.

"Kak? Pemilik rumahnya baru pulang ya?" Tanya Gadis.

"Itu Arka,sepertinya ia tidak akan keluar dari mobil begitu saja" Balas Elang tanpa menatap Gadis,Gadis sontak melirik mobil Arka.

Pintu rumah perlahan terbuka menampilkan sosok Jordan yang keluar menggunakan celana boxer dan kaos polos hitam.

"Elang?" Seru Jordan,lantas Elang berjalan mendekat kerumah Jordan,dibelakangnya disusul Gadis dan Jihan.

Perlahan wajah Jihan terlihat jelas ketika mendekat kearah Jordan. Jordan menatap Jihan tak percaya,Bahkan Mulut Jordan rasanya tidak bisa tertutup dengan rapat.

"Lang,dia..."

"Dia nyokap lu" potong Elang sebelum Jordan menyelesaikan kalimatnya.

"Gaa,ini gak mungkin" Ucap Jordan tak percaya,namun Hati Jordan menyatakan bahwa itu benar-benar mamanya. Perlahan Jordan menyentuh kedua tangan Jihan. Ia mengelus punggung tangan Jihan dengan lembut,Pandangan Jihan dan Jordan tak terlepas sama sekali.

"Mama" Suara Jordan sedikit berteriak lantas memeluk Jihan dengan begitu erat. Mata Jordan memerah menangis tangis bahagia.

ARKA & VAVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang