👽

3.9K 165 3
                                        

Pria itu meminum wine yang ada dihadapannya.Vava yang melihatnya hanya diam.

"Minum aja dulu"

Vava memutar bola matanya dgn kesal lalu menyenderkan tubuhnya di sofa dan melipat kedua tangannya didepan dada.Melihat kelakuan Vava pria itu tersenyum kecil lalu menuangkan wine kedalam gelas Vava.

"Lu udah tau?" Tanya Vava pada pria dihadapannya,Jordan Finto Orlando.

Jordan hanya menggeleng.

"Elang belum beri tau gue"lanjutnya.

"Elang kemana?" Tanya Vava dengan datar.

"Urusan perut" Vava menaikkan alisnya sebelah.

"Maaf deh nunggu lama,sakit perut gue dari tadi pagi" Seorang pria datang dari belakang lalu duduk disamping pria itu.

Elang mengambil gelas wine milik Vava lalu menghabiskannya.

Ekhemm....Vava berdeham cukup keras.Kedua pria dihadapannya itu saling menatap lalu merubah ekspresinya menjadi serius.

"Gue udah tau siapa dalang dibalik kejadian itu" ucap Elang.Vava memajukan tubuhnya,menopangkan kedua tangannya dikakinya.

"Dia dendam sama keluarga gue. Dengan tega dia ingin membunuh keluarga gue,tapi untungnya nyokap bokap gue selamat,walau saat ini mereka masih kritis" Elang menghela nafasnya kasar,lalu melanjutkan ucapannya.

"Aldo Orlando,orang yang nyebabin nyokap bokap gue kritis" Vava dan Jordan membulatkan matanya, mereka saling menatap lalu menatap Elang dengan tatapan bingung.

''B-bokap gue?" Tanya Jordan saat Elang menyebutkan nama bokapnya. Elang mengangguk,matanya merah menahan emosi dan tangis.

"Bokap lu dalang dibalik semuanya. Bokap lu Jor,Aldo Orlando." Ucapnya keras,ia menahan emosinya.

"Lang,g-gue gak tau,su-sumpah gue gatau"-Jordan

"Lu emang gak tau kalau ini ulah bokap lu,bahkan keluarga lu gak ada yang tau."

"Gue minta maaf atas nama bokap gue"Jordan menunduk.

"Fine. Tapi gue tetep bakal bales perbuatan bokap lu"-Elang.

Jordan menatap Elang dengan tatapan bingung.

"Lang,mending lu kubur dalem-dalem dendam lu,ini bokap sahabat lu. Gak mungkin kan kalau lu...."

"GAK BISA VA!! Gue bakal tetep bales!" Elang memotong perkataan Vava.

"Tapi tenang Jor,gue gak bakal bunuh bokap lu,gue cuma mau dia berada diposisi yang sama seperti ortu gue,dan sedikit rasa sakit" lanjut Elang.

Jordan menunduk,ia tak tau bahwa ini ulah bokapnya. Ia tak bisa memihak bokapnya yang salah,namun ia juga tak bisa memihak Sahabatnya.

"Lu gak usah bantuin gue,karna gue yakin lu gak bisa" Elang menepuk pundak Jordan.

"Lang,urungin niat lu" ucap Vava. Elang menatap Vava.Lalu tersenyum.

"Va,gue gak bisa. Lu tau kan gue udah bersumpah bakal bales,siapapun orangnya. Gue gak bakal buat dia kehilangan nyawanya. Cukup dia ngrasain sakitnya ortu gue. Gue juga gak bakal hancurin bisnisnya. Gue paham siapa dia"Jelas Elang. Vava menangguk kecil,Elang telah bersumpah,dan tak mungkin ia ingkari.

Elang mengambil botol wine lalu menengguknya hingga habis. Menepuk pundak Jordan dan tersenyum simpul.Lalu menyenderkan tubuhnya ke sofa.

🍭🍭🍭

Zidan baru saja selesai membaca dan menandatangan i berkas. Seseorang berjas rapi menghampirinya lalu menepuk pundaknya.

"Ayah bangga padamu nak. Meski kau ikut geng motor tapi kau masih mau mengurus perusahaan." Ucap Ayahnya,Indra Mahendra.

ARKA & VAVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang