Sakit sebesar dunia-pun meluruh begitu saja hanya dengan sedetik peluk hangat Mu
Ibu
📍
Malam itu ketika akhirnya seorang wanita muda dengan surai yang diselimuti kain hingga tak nampak kepermukaan pulang kerumah nya. Senyumnya seolah tertahan disana,tidak menemui alasan untuk memudar, senyum itu malah semakin lebar.
Nadia berjalan cepat menuju kamar nya. Rustam dan Fitri hanya saling pandang saat melihat putri nya senyum-senyum sendiri.
"Dia kenapa?"
"Lagi jatuh cinta, mungkin!"
Rustam mengangkat bahu sementara fitri memilih berdiri dan berjalan menuju kamar putri nya. Saat membuka pintu dia melihat Nadia tengah duduk diatas tempat tidur. Masih dengan senyuman.
"Ekhem!! Assalamualaikum"
Nadia tersentak. Menoleh cepat dan menjawab salam Fitri Gagap.
"Mama ngapain?"
"Mau nemenin anak mama yang keliatan lagi happy banget"
Nadia terkekeh. Fitri lalu duduk disamping putri nya dan mulai mengelus kepala Nadia yang sudah tidak memakai hijab. Rambut sebahu gadis itu ia biarkan terurai indah.
"mau cerita gak sama Mama?"
Karna memang yang paling mengerti perasaan anak, adalah ibu nya.
Nadia menimang. Haruskan secepat itu ia mengatakan segalanya pada keluarga. Walau Nadia tidak pernah menutupi apapun dari mereka tapi untuk masalah perasaan pada sosok pria, Nadia jarang bahkan mungkin belum pernah melakukannya. Bercerita pada orangtua nya.
"Hmm. Nadia cuma-"
Menghela napas. Rasanya tidak siap.
Fitri menarik Nadia bersandar pada sandaran ranjang. Mengelus kepala putri nya dan menciuminya dengan sayang.
"Kalau gak mau diceritain juga gak papa. Mama pastinya ikut senang kalau Nadia senang, ikut bahagia sama kebahagiaan Nadia."
Nadia memeluk tubuh Fitri dengan erat, menenggelamkan wajah nya didada sang Surga.
"Nadia mau tanya sesuatu, mah"
"Mau tanya apa?"
Nadia mendongak, menatap wajah Fitri yang tersenyum. "Menurut mama, mas Danu itu orangnya gimana?"
"Mas Danu?"
"Iya mas Danu, mah. Yang anak nya temen Ayah itu loh"
Fitri mengernyit, kemudian mulai mengerti maksud putri nya. Fitri tersenyum begitu cerah. Untuk pertama kali nya Nadia membahas pria kepadanya? Mungkinkah Nadia benar jatuh cinta?
"Dia anak nya baik, sopan terus pintar kan. Tapi kenapa tiba-tiba nanya soal Danu?"
Perlahan Nadia mengurai pelukannya. Malu dia tersenyum sambil menunduk dihadapan mama nya. Fitri bisa mengerti dan tebakannya pasti tidak salah.
"Nadia.. Ada rasa sama pria itu?"
Nadia semakin menunduk, enggak menjawab apa-apa tapi Fitri sudah tahu dengan jelas apa jawabannya. Tangan Fitri terulur menangkup pipi putri nya, mencium keningnya lalu beralih menatap lekat mata si anak.
"Mama udah bilang. Mama bahagia kalau Nadia bahagia. Kalau memang ada rasa, mama cuma minta satu hal. Jadikan perasaan itu bukan kebahagiaan untuk Nadia semata. Pastikan orang lain ikut bahagia dengan apa yang Nadia dapatkan."
"Maksud mama?"
"Maksud mama. Pastikan bahwa tidak ada hati yang akan disakiti oleh perasaan Nadia ini. Baik kamu, Danu atau orang lain, mama mau semua orang ikut bahagia"
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is Me (SELESAI)
RomanceAlhamdulillah sudah rampung! Ini tentang cara berpaling dari ketakutan, tentang cara menolak kenyataan. Segalanya melampau kemauan, merusak pijakan hingga kisah menempati ruang. Tentang Viona Tentang Ainah Tentang penyatuan hidup mereka yang dilanda...
