39. gara-gara sarapan

163 33 0
                                        

📍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

📍

Viona menyesal lupa menyemprotkan obat nyamuk semprot kedalam segelas minuman untuk tamunya dipagi hari ini.

Pria dengan wajah tampan beraut memelas ini, mungkin tidak pernah diajarkan bahwa meneror seseorang dihari liburnya, dipagi hari, hanya untuk mengatakan "Saya minta Maaf", tidak akan mendapatkan pengampunan, malah sebaliknya bisa menambah kemarahan seseorang.

Dan Viona bukan tipe manusia yang sabar.

Benar bahwa saat ini Zio terus mengeluhkan maaf, mengemis didepan Viona yang tetap diam layaknya batu meski Zio sudah kehabisan kata-kata yang sekiranya mendefinisikan maaf.

"Viona. Jadi kamu serius hanya akan bicara dengan saya saat pemeriksaan saja?"

"Vi. Saya minta maaf, saya–"

"Dimaafkan, Puas?" potong Viona segera

"Kamu serius?"

Pasalnya Zio tidak pernah menyangka bahwa Viona sampai semarah itu padanya. Sampai Viona tidak menerima panggilan Zio, tidak peduli pada pesan-pesan Zio, dan hanya ingin bicara saat Zio bertanya seputar kondisinya diruang periksa kliniknya.

"Hm"

"Vi, saya serius minta maaf. Kamu juga harus serius memaafkan saya"

"Bawel! Mending sekarang traktir aku makan. Dan besok-besok jangan datang kerumah pagi-pagi buta, dimana aku belum mandi dan akhirnya lupa masak!"

Viona hendak berlalu kembali ke kamarnya tapi urung saat Zio
"Eh, eh. Aku traktir tapi ada syaratnya. Jangan komentari masakan orang, dan setelah itu maafin aku!"

"Syarat kedua mutlak dipenuhi, syarat pertama belum tentu"

Lalu Zio menunggu hingga hampir dua jam–bagian dari cara Viona menyiksa seseorang. Akhirnya mereka berdua berakhir satu mobil dengan Zio yang mengemudi.

"Kamu udah maafin aku kan, Vi"

Dan tidak lupa masih terus bertanya-tanya. Viona berdesis

"Sekali lagi nanya, aku batal maafin kamu!"

"berarti kamu udah maafin aku kan?"

"Yo... Diem! Kuping ku bosen dengar permintaan maaf kamu. Dibilang juga iya, kalau gak, gak mungkin aku ngajakin kamu makan"

"Siapa tau karna kamu emang laper aja."

"Kita puter balik ya?"

 She Is Me (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang