H A L A L

280 37 5
                                        

cerita halal satu

📍

Selama menjadi seorang chef, bahkan sudah memiliki restaurant sendiri, selama itu tidak sekalipun Viona gugup saat memasak. Tidak pernah Viona ragu saat memegang pisau dapur.

Tapi kali ini berbeda, semua itu terjadi pada Viona yang menjadi pusat perhatian saat mengiris bolu coklat buatannya sendiri, tolong garis bawahi Viona tengah mengiris bolu, bukannya meracik masakan dengan menu dadakan. Jika Viona bukanlah manusia yang pandai menutupi kegugupan–mungkin–maka sejak tadi semua yang ada diruang keluarga hari ini pasti menertawakannya karena potongannya yang jauh dari kata rapi.

Sekarang Viona akan berdo'a semoga saja tidak ada masalah pada rasa bolu itu.

"Silakan dinikmati!" cicit Viona.

"Jadi bagaimana tentang Islam, Viona? Apa yang kamu rasakan sejauh ini?"

Viona menelan salivanya kuat-kuat, memaksa mempertahankan senyumnya saat Yahya bertanya kepadanya. Bukankah seharusnya pihak calon menantu prialah yang di interogasi dan bukannya pihak wanita? Kenapa sejak tadi Viona yang banyak ditanyai?

"Islam.. Yah, Islam mengagumkan. Maksud saya, saya selalu merasa kagum pada ajaran di Agama ini. Sejauh ini saya selalu bersyukur sudah memeluk Islam"

Yahya menyeruput kopi saat mendengarkan jawaban Viona. Dan Viona berdeham menetralkan degup jantungnya.

"Viona!"

"I-Iya? Saya?"

Hanin terkekeh, "Kamu sudah pasti taukan kenapa ada acara keluarga seperti ini? Tapi Bunda pengen tanya satu hal sama kamu, semoga kamu tidak tersinggung!"

Viona menatap Fitri disebelahnya, demi apapun jantung Viona serasa akan melompat jika Fitri tidak segera tersenyum dan mengelus tangannya dengan lembut.

"InshaAllah nggak, Bunda!"

Hanin tersenyum bahagia. "Bunda cuma tanya, jika nanti kamu menikah dengan Danu, apa kamu bersedia mengenakan hijab seutuhnya, yang sesuai dengan ajaran Islam yang taat?"

Viona reflek merapikan rambutnya kebelakang telinga. Jika kalian berada di posisi Viona, bagaimana perasaan kalian?

Viona menatap Danu, takut-takut semua pertanyaan ini berasal dari Danu yang sengaja lewat orangtuanya. Viona tidak akan melepaskan pria itu jika sampai dia benar. Tapi Danu hanya menunduk, memperhatikan tangannya yang saling terpaut.

"Viona akan selalu siap, tapi Bunda sendiri tau semuanya pasti butuh proses, tapi Viona gak masalah, jika nanti Danu minta Vio buat pakai hijab inshaAllah Viona bisa. Semoga Danu juga menuntun Viona dengan baik!"

"Viona benar! Danu kamu taukan menjadi Imam dalam rumah tangga itu tidak mudah. Bahkan apapun yang istri kamu lakukan adalah tanggung jawab kamu, apakah kamu sudah siap mengemban semua itu?"

Dalam hati Viona bersorak penuh kemenangan, akhirnya dia berhasil membalikkan keadaan dan sekarang Danu yang sejak tadi menikmati waktu sekarang mendapat pertanyaan beruntun dari Rustam dan Yahya.

"InshaAllah saya siap, Om. InshaAllah saya mantap memilih Viona sebagai istri"

Tapi selanjutnya Viona cemberut. Ternyata Danu tidak bereaksi seperti Viona yang uring-uringan menahan gugup. Apakah karena sebelumnya pria itu sudah pernah melamar wanita? Menyebalkan.

 She Is Me (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang